• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

LSM Italia dan Belanda Lirik Potensi Pertanian Banua

TAWARKAN POTENSI BANUA – LSM Belanda dan Italia berkunjung ke Kadin Kalsel menawarkan kerja sama penggarapan potensi pertanian hingga wira usaha untuk pemuda yang ada di 13 kabupaen dan kota. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kalsel terus Mendorong berbagai investasi masuk ke Bumi Antasasi hingga program pemberdayaan bisnis dari luar hadir di sini

KADIN Kalsel Jumat (3/10), menerima audiensi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Belanda dan Italia, yakni Tom Internasional Fund Of Agricultural Development (IFAD) yang tertarik menghadirkan program pembinaan kewirausahaan pada generasi muda di sektor pertanian melalui Young Entrepreneurship And Employment Support Services Programme (YESS).

“ Dalam audiensi kali ini kami dari KADIN Kalsel membeberkan segala macam potensi disektor pertanian yang bisa digarap oleh para pemuda, baik itu buah-buahan, beras hingga jagung,” jelas Ketua KADIN Kalsel Eddy Suryadi.

Bahkan jika nantinya program YESS ini betul-betul hadir di Kalsel pada Tahun 2019 mendatang, pihaknya siap memfasilitasi dan membantu IFAD dalam rangka mencarikan pengusaha muda dibidang pertanian yang potensian yang dapat mengikuti program YESS karena SDM pemuda sudah mumpuni untuk ini.

“ Kita dari KADIN sebenarnya sudah mulai membina para pengusaha muda yang tertarik bergelut dibidang usaha pertanian hingga wira usaha muda, salah satunya mendorong beberapa kelompok pemuda menggarap potensi pertanian jagung yang ada di Tanah Laut, namun memang masih belum begitu maksimal karena terbatasnya SDM hingga permoodalan kerja mereka yang menjadi momok selama ini,” ungkapnya.

Hadirnya audiensi pagi ini diharapkan bisa menjadikan sebuah wadah untuk mendorong hadirnya banyak peluang pemberdayaan pemuda banua di 13 kabupaten kota agar tertarik menekuni bidang usaha, tak terkecuali di sektor pertanian.

“ Apalagi Kalsel ini potensi sektor pertaniannya masih menjanjikan untuk dimaksimalkan. Karena memiliki lahan dan pasar yang masih cukup luas dan besar hingga nasional dan menggelobal,” tambah Eddy.

“Kami menyambut baik kunjungan mereka ini yang difasilitasi Kementrian Pertanian RI semoga audensi ini tidak hanya berakhir disini namun memberikan kenyataan karena potensi pemuda pemudi banua kita siap melaksanakannya,’’katanya.

Sementara itu, Perwakilan LSM IFAD Agnes D Hormers mengatakan, hadirnya pihaknya ke Sekretariat KADIN Kalsel dan melakukan audiensi kali ini, sebagai salah satu dalam cara menggali potensi sektor pertanian yang ada di Banua melalui organisasi pengusaha tertua di Indonesia tersebut yakni KADIN.

Ia pun berharap banyak, jika nantinya program YESS pada Tahun 2019 mendatang bisa hadir di Kalsel, dapat disuport oleh KADIN Kalsel untuk mendorong banyaknya para pengusaha muda dibidang pertanian hadir di Kalsel ini dan Kalsel sudah menjadi prioritas kami.

“ Saat ini memang kita masih melakukan kajian-kajian ke daerah, untuk melihat potensi pertanian apa saja yang bisa kita bantu untuk difasilitasi,” tegasnya. (hif/K-7)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua