• Hari ini : Kamis, 24 Mei 2018
  • 28 C

LSM Kalsel Demo di MA Dukung Pencabutan Izin Tambang

Jakarta, KP – Dukungan atas pencabutan tiga Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) milik PT Sebuku Grup memantik reaksi dari beberapa elemen.

Mulai dari aksi demonstrasi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, DPRD Kalsel, Kongres Tolak Tambang, hingga bagi-bagi bunga ajakan menyelamatkan Pulau Laut.

Aksi dukungan terhadap Keputusan Gubernur (Kepgub) Kalsel itu ternyata tidak hanya di Banua semata. Namun, aspirasi dukungan pencabutan tersebut disuarakan sampai ke Jakarta.

Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Kalsel menggelar aksi penyampaian dukungan pencabutan IUP itu di Mahkamah Agung (MA), Selasa (15/5) lalu.

LSM Kaki Kalsel dan Gerak Kalsel meminta pihak MA untuk mengawasi sidang gugatan PT Sebuku di PTUN Banjarmasin.

Menurut Ketua LSM Kaki Kalsel, Ahmad Husaini, proses persidangan tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun.

“Keputusan majelis hakim harus objektif dan melihat aspirasi masyarakat luas.

Makanya kami datang ke MA agar lembaga penegak hukum ini turut melakukan pengawasan.

Selain kami juga tentu melakukan pengawasan, apabila ada ditemukan indikasi permainan kami laporkan ke KPK,” tegas Husaini.

Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut menyampaikan aspirasi kepada MA bahwa di setiap persidangan ada aksi dukungan atas Kepgub dari berbagai elemen. Dukungan itu diberikan karena elemen masyarakat tidak menghendaki ada pertambangan batubara di Pulau Laut.

“Perwakilan MA yang menerima kami tidak mau menyebutkan nama dan jabatan, sebab menurut mereka saat ini proses sidang sedang berlangsung di Banjarmasin jadi tidak ingin ada intervensi. Intinya mereka berjanji mengawasi proses persidangan itu,” tambah Husaini.

Dikatakan, pihaknya MA meminta masyarakat Kalsel untuk menunggu hasil persidangan sampai ada putusan.

Apabila proses hukum naik banding sampai ke MA, maka masyarakat dipersilahkan untuk menyampaikan aspiran di MA.

“Jika sudah sampai di MA mereka berjanji membuka seluas-luasnya kesempatan untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan kepada mereka,’’ urai Husaini.

Pada aksi tersebut, puluhan massa diturunkan untuk menyampaikan keinginan masyarakat Kalsel terutama masyarakat Kotabaru.

Husaini menambahkan, aksi serupa akan digelar kembali dengan massa yang lebih banyak.

Pihaknya menghendaki tidak ada aktivitas pertambangan di Pulau Laut.

“Jika masih ada pertambangan di Pulau Laut aksi serupa dengan massa yang lebih banyak akan kami gelar.

Bahkan, tidak hanya di MA, sampai ke Istana Negara akan kami gelar penyampaian aspirasi kepada presiden,’’ tandasnya.(mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua