• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Mahasiswa dan LSM `Serbu’ Kejari Amuntai

KEJARI AMUNTAI – Tanpak `Diserbu’ sejumlah mahasiswa dan LSM terkait masalah Teng Hui. (KP/Novendra)
KEJARI AMUNTAI – Tanpak `Diserbu’ sejumlah mahasiswa dan LSM terkait masalah Teng Hui. (KP/Novendra)

Amuntai, KP – Sejumlah mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Senin (19/9), menggelar aksi turun ke jalan terkait tuntutan terhadap Teng Hui yang dinilai kurang maksimal.

Sebagaimana diketahui sebelumnya beberapa waktu lalu LSM dan mahasiswa mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat atas tuntutan terhadap H Supian Sauri atau Teng Hui terdakwa kasus obat zenit dan dextro yang terbilang ringan yakni satu tahun.

Dalam unjuk rasa yang berlangsung tertib tersebut, massa dari LSM dan sejumlah Mahasiswa dari STIA Amuntai mebawa beragam yel-yel yang bertuliskan di kartun dengan harapan meminta kepada penegakan hukum agar memberikan hukuman maksimal dan seadil-adilnya.

Pengunjuk rasa bergerak sekitar pukul 10:00 pagi tersebut langsung menuju ke Kantor Kejaksaan Negeri Amuntai (Kejari). Sesampainya di Kantor Kejari Amuntai, beberapa orang melakukan orasi menyampaikan aspirasi mereka atas tuntutan jaksa  yang belum maksimal.

” kami datang kesini sebagai bentuk menyampaikan aspirasi atas kepedulian terhadap HSU. Silahkan kawan-kawan menyampaikan aspirasi dengan menjaga ketertiban” ungkap Budi Lesmana mengawali orasinya.

Didi Bukhari Ketua LSM SECI dalam kesempatan itu, berharap agar penegak hukum benar-benar mencermati kasus Teng hui yang saat ini menjadi sorotan masyarakat. Dirinya mengaku kaget atas tuntutan jaksa yang diberikan kepada yang terbilang ringan.

Dirinya mengungkapkan bahwa keprihatinannya saat ini terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Oleh karenanya keingan agar tuntutan yang diberikan harus seadil-adilnya.

“Kami akan terus menuntut hukum seadil-adilnya” ungkap Odonk, sapaan akrabnya.

Para pengunjuk rasa menyatakan akan terus memantau dan meminta keadilan tidak hanya sampai di Kejari namun juga akan ke Banjarmasin hingga sampai ke Jakarta.

Usai melakukan orasi di depan kantor Kejari, massa malanjutkan di depan Kantor Pengadilan Negeri Ampuntai yang jaraknya bersebelahan.
Di depan Kantor Pengadilan mereka ditemui langsung kepala Kantor Pengadilan, Bawono SH. Seperti halnya di depan Kejari pengunjuk rasa juga melakukan orasinya.

Terkait dengan keinginan para LSM dan Mahasiswa agar memberikan hukuman yang maksimal kepada terdakwa, Kepala Pengadilan dalam kesempatan itu mengungkapkan dirinya belum bisa memberikan statmen, karena semuanya ada prosedur-prosedur hukum.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut langsung dipantau Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno yang berjalan tertib dan lancar dengan dikawal puluhan aparat kepolisian setempat.

Sementara sebagaimana diketahui pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan tuntutan terhadap terdakwa dalam sidang beberapa waktu lalu, di Pengadilan Negeri Amuntai.

Dalam sidang tersebut, Tinghui dituntut satu tahun penjara, denda Rp 10 juta dengan subsider 6 bulan.

JPU Sigit Prabawa Nugraha, mengatakan bahwa pihaknya melakukan penuntutan ke terdakwa, sudah melalui proses dan diskusi secara berjenjang sesuai dengan fakta-fakta yang tertungkap dalam persidangan.

“Dakwaan sesuai dengan Undang undang Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009. “, katanya.

Terkait dengan tuntutan hanya satu tahun, dijelaskannya sebab selama proses pesidangan terdakwa diuntungkan oleh keterangan saksi yang telah melalui proses sumpah.

Terungkap di persidangan bahwa ribuan Zenit yang berada di Apotek itu adalah milik Deny dan Erik yang merupakan pemasok barang dari Jakarta dan Jawa Tengah yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh petugas. (nov/K-6)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua