• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Maling Helm Digebuki

Exif_JPEG_420

Palangka Raya, KP –Mawardi (26) mendapat amukan massa ketika diduga mencuri helm milik pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah.

Dua petugas Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya yang berada di Pos Polisi Bundaran Besar Palangka Raya langsung ke lokasi kejadian.

Warga Jalan Kalimantan itu kemudian diborgol lalu digelandang  ke Pos Polisi Bundaran Besar, sebelum akhirnya menuju Polres Palangka Raya untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut petugas securiti, Suradi, awalnya dia melihat Mawardi masuk ke area kantor melalui pintu belakang.

Saat itu, melihat Mawardi cuma membawa satu helm. Mawardi lalu menuju tempat parkir samping kantor dinas tersebut. Tak berselang lama, dia keluar dari parkiran itu.

“Saat keluar, yang kelihatan ada dua helm. Saya curiga. Kemudian ketika diperiksa, ternyata dalam tasnya juga ada helm.

Sehingga helmnya ada tiga termasuk dengan yang dipakai. Saya tidak tahu itu helm siapa,’’ ucap Suradi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurutnya, selama bulan ini, pencurian helm sudah tiga kali terjadi di kantor dinas tersebut. Namun para korbannya tidak melapor ke polisi.

Disisi lain, ia juga tidak mengetahui siapa pelakunya.

Sementara itu, Mawardi membatah tudingan maling helm. Bahkan pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa semester VI, Jurusan Ekonomi, Universitas Palangka Raya (Unpar) itu menyebut tidak terima atas pukulan yang diterimanya.

Mawardi mengatakan, kedatangannya ke kantor dinas untuk menjemput rekannya bernama Rizal.
Namun saat ditanya apa keperluan Rizal termasuk apakah dia merupakan pegawai tersebut?. Dia menjawab, tidak tahu.

Hanya saja, mengatakan sebagai mahasiswa.

“Rizal temen satu kampung. Dia mau ke Kapuas. Saya gak tahu (keperluan Rizal). Tiba-tiba saya dipukuli. Makanya gak terima saya,’’ kata Mawardi. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua