• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Mantan Bupati Kotabaru Dijebloskan ke Lapas

DIGIRING – H Irhami Ridjani, ketika digiring masuk ke dalam mobil tahanan Kejati Kalsel, untuk selanjunya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam Banjarmasin Kamis (4/8). (KP/Opiq)
DIGIRING – H Irhami Ridjani, ketika digiring masuk ke dalam mobil tahanan Kejati Kalsel, untuk selanjunya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam Banjarmasin Kamis (4/8). (KP/Opiq)

BANJARMASIN, KP – Dalam proses di Dit Reskrimsus Polda Kalsel, sempat ditahan dan dibantarkan alasan sakit. Setelah itu berkas pemeriksaan H Irhami Ridjani, dinyatakan P-21 atau lengkap dan diserahkan penyidik bersama barang bukti ke Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kamis (4/8).

Setelah dilakukan pemeriksaan hampir empat jam, dari pukul 11.30 WITA hingga pukul 15.35 WITA, H Irhami Ridjani, mantan Bupati Kotabaru ini, dibawa pakai mobil tahanan Kejati dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin.
Dari pantauan, ikut serta dalam mobil tahanan itu dari Kejati, anak tersangka.

Bahkan Aspidsus Kejati, Zulhadi turut mengantar Irhami ke mobil tahanan.“Ia ditahan di Lapas Teluk Dalam, nantinya kita limpahkan ke Kejari Kotabaru,’’ ujar Adpidsus Zulhadi singkat.

Sabri Noor Herman, kuasa hukum Irhami tak menampik kliennya ditahan.“Kita sudah ajukan permohonan penangguhan penahanan, dan mudahan saja dikabulkan,’’ ucapnya yang turut mengantar klien-nya hingga berpelukan sebelum masuk mobil tahanan.

Irhami Ridjani, diduga melakukan tindakan korupsi gratifikasi, ketika menjabat sebagai bupati.

Tersangka datang di Kejati didampingi petugas dari Dit Reskrimsus Polda Kalsel yang mengunakan pakaian preman, sementara tersangkla mengunakan baju hem lengan pendek bermotif garis.

Tersangka langusung dibawa ke ruang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk pemeriksaan.

Sebelumnya itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Nofarida, mengatakanb bahwa bila memang kondisi tersangka sehat tidak menutup kemungkinan dilakukan penahanan, tetapi bila kondisi masih sakit maka penahanan diluar akan dilakukan.

“Ini tergatung dari hasil pemeriksaan tim kesehatan  dari pihak kami,’’ tegas Norfarida, kepada awak media setelah menerima kedatangan Kapolda Kalsel Brigjen Polisi Erwin Triwanto

Dari raut wajah Irhami Ridjani nampak terlihat lesuh seperti sakit, namun ia tetap memperlihat kondisi sehat.

“Alhamdulillah sehat, nanti saja ya,’’ katanya kepada awak media sambil melangkah menuju tangga lantai II ke arah ruang pemeriksaan.
Sementara Kapolda Kalsel, yang kebetulan berada di Kejati untuk bersilaturahmi dengan Kajati, mengatakan kepada awak media bahwa proses tahap II dilaksanakan karena berkas perkaranya telah rampung.

“Berkas perkara sudah rampung jadi berkas kita limpahkan, dan kalau sudah diserahkan sudah menjadi tanggungjawab kejaksaan,’’ ucap Erwin singkat sebelum meninggalkan Kajati.

Diketahui, kasus yang dilaporkan soal lahan dan dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat negara saat itu, mengancam, mengintimidasi serta hingga soal tak memberikan ijin aliran listrik ke PT PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, yang berdiri di Kabupaten Kotabaru.

Proses itu berdasarkan laporan (Lp) yang ditangani Polda Kalsel, kemudian atas kebijakan pimpinan Polri untuk Kepala Daerah, sebelum dijadikan tesangka, maka kasusnya digelar dulu di Mabes.

Penyidik disebut sudah memiliki alat bukti yang cukup menetapkan tersangka berupa akte notaris, 17 lembar Surat Keterangan Tanah (SKT) palsu, cek tunai dan bilyet giro senilai Rp17,846.655.500 yang dirubah menjadi deposito berjangka.

Perbuatan tersangka disebut melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. (hid/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua