• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Mantan Ketua Dewan Dilaporkan ke Polda Oleh Pedagang Dugaan Perusakan Pasar Baimbai

BANJARMASIN, KP – Puluhan pedagang Pasar Baimbai, Kelayan Timur, secara resmi melaporkan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, dengan dakwaan Penyerobotan dan Perusakan sebagaimana diatur Pasal 385 dan Pasal 406 KUHP.

Dari keterangan, SDelasa (29/12) Russian, mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin yang hingga kini masih menjabat sebagai Wakil Rakyat, dituding oleh para pedagang Pasar Baimbai, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebagai otak dari perusakan dan penghancuran kios milik mereka.

Selain itu, para pedagang juga melaporkan pihak Kelurahan Kelayan Timur dan pengelola Pasar Baimbai, Bahtiar Burhan Kasim, warga Kelayan B Timur Gang Ampalam, Banjarmasin Selatan.

Lewat kuasa hukumnya dari Kantor Advokat/ Pengacara/ Konsultan Hukum H3AM and Associates Banjarmasin, kasus ini pun secara resmi sudah dilaporkan para pedagang ke Dit Reskrimum Polda Kalsel, sejak 15 Desember 2015 lalu.

Bahkan, berkenaan laporan tersebut, pedagang lewat kuasa hukumnya, Selasa petang (29/12), sekitar pukul 16.00 WITA, secara resmi memasang poster, yang intinya berbunyi tidak memperkenankan siapa pun membongkar kios, lapak, bak/petak milik pedagang Pasar Baimbai, sesuai laporan pidana yang dilayangkan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel tertanggal 15 Desember 2015 lalu.

Dari tim kuasa hukum pedagang Pasar Baimbai, yang diwakili H Hamdani SH MH, kepada awak media mengatakan, kasus ini berawal dari tahun 2013 lalu di mana tanah yang dimiliki ahli waris HM Natsir Agus diduga diserobot oleh Russian, yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Banjarmasin bersama dengan Bahtiar Burhan Kasim.

“Kami yakin, ada ‘otak’ dari pengrusakan kios pedagang Pasar Baimbai tersebut,’’ timpal tim kuasa hukum lainnya, yakni M Pazri SH, Andri Ariyanto SH, Heriwijawa S.Pi H dan Herie Ketabahanko SH.
Selanjutnya, sejak saat itu, para pedagang hampir setiap hari mendapat ancaman sekaligus intimidasi dari pengawas bangunan Pasar Baimbai bernama Arai, hingga satu per satu petak, bak dan kios pedagang dihancurkan sekaligus dirusak oleh kedua terlapor, tanpa ada ganti rugi. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua