• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Mantan Napi Diajarkan Olah Mie Ayam

Nampak para mantan napi, saat diberikan pelatihan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 A Banjarmasin.
Nampak para mantan napi, saat diberikan pelatihan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 A Banjarmasin.

Banjarmasin, KP – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 A Banjarmasin, saat ini mempunyai 2.350 orang klien atau warga binaan.

Mereka yang dibina ini merupakan mantan narapidana (Napi) yang sudah keluar dari masa hukuman.

Bapas mempunyai tugas berat berupa membina napi, agar bisa kembali hidup di tengah masyarakat. Salah satu hal yang menjadi tantangan mantan napi, adalah ketiadaan lapangan kerja.

Sehingga, hal itu beresiko mengembalikan mereka ke tindakan kriminal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat mantan napi ini bisa mendapatkan penghasilan, adalah dengan membekali mereka kemampuan berwirausaha.

Baru-baru tadi, Bapas memberikan bekal usaha mengolah mie ayam kepada 25 orang warga binaan Bapas.

“Untuk balai saat ini klien kami berjumlah 2.350 orang, dan untuk saat ini mereka dibina dengan membekali pembuatan mie ayam, pembuatan martabak, pembuatan kolam dan pelatihan pencucian motor,’’ sebut Kepala Bapas Kelas 1A Banjarmasin, Gideon I SA Pally.

Bertempat di Aula Bapas Banjarmasin, pelatihan ini dilaksanakan selama beberapa hari. Ditambahkan Gideon, mereka yang dilatih selain diberi bekal kemampuan juga diberikan modal usaha serta bahan-bahan penunjang. Seperti gerobak, mangkok dan lain-lain.

“Kita harapkan nanti mereka kembali ke masyarakat bisa menjadi manusia berguna dan mandiri, aktif dan produktif. Kegiatan seperti ini rutin setiap saat berupa bimbingan kerja, bimbingan dan nasehat, ada beberapa yang berhasil di masyarakat, kami berharap BUMN dan pemerintah daerah bisa membantu pelatihan kerja, mereka warga masyarakat Kalsel juga, yang perlu ditangani,’’ tuturnya.

Sementara, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Harun Sulianto menjelaskan, sesuai dengan Uandang-undang kemasyarakatan. tugas pihaknya tidak hanya melakukan pembinaan saat masa penahanan.

Namun, lanjutnya, juga bertugas menyiapkan warga binaan agar kembali berintegrasi dengan masyarakat luas.

“Di dalam lapas mereka sudah dibekali kemampuan. Setelah keluar mereka juga kita bekali kembali. Kenapa dipilih pelatihan membuat mie ayam ini, karena kuliner sangat terbuka peluangnya. Kita lihat sekarang tidak ada warung yang sepi, pangsa pasar kuliner tepat,’’ ujarnya.

Disinggung ada berapa banyak napi yang kembali lagi ke Lapas setiap tahunnya, Harun menyebut, hampir di seluruh dunia ada 1 persen mantan napi yang kembali lagi masuk tahanan.

Salah satu penyebab, kata Harun, karena ketiadaan penghasilan baik dari lapangan kerja maupun usaha.

Harun menyebutkan, pelatihan ini salah satu upaya untuk mencegah mantan napi kembali terjerumus tindakan kriminal.

“Saat ini, ada 8140 tahanan se Kalsel, setahun yang keluar rata-rata 2.300 orang. Mereka yang keluar ini perlu bekal. Baik itu softskill maupun hardskill. Memang banyak di antara mereka yang jadi orang berguna setelah keluar seperti jadi imam, mandikan jenazah. Tugas kami menyiapkan yang seperti itu, dan kali ini yang kami bekali adalah kemampuan Hard skillnya,’’ tandas Harun. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua