• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Masih Ada EMKL Belum Berubah Jadi JPT

LAKUKAN DEMO JPT - Pengusa EMKL melakukan demo terkait kesulitan job order di Pelindo III Banjarmasin, KSOP menegaskan EMKL harus menjadi JPT perubahan tanpa dipungut biaya bila belum berubah akan mengalami kesulitan melakukan job order seperti yang dikeluhkan pendemo kamaren pagi. (KP/Hifni)
LAKUKAN DEMO JPT – Pengusa EMKL melakukan demo terkait kesulitan job order di Pelindo III Banjarmasin, KSOP menegaskan EMKL harus menjadi JPT perubahan tanpa dipungut biaya bila belum berubah akan mengalami kesulitan melakukan job order seperti yang dikeluhkan pendemo kamaren pagi. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Permintaan KSOP Kelas I Banjarmasin agar semua anggauta ALFI/ILFA atau EMKL segera merubah menjadi Jasa Pengurusan Transfortasi (JPT) langsung ditanggapi segera oleh pengurus DPD ALFI/ILFA Kalsel yang anggautanya mencapai 124 pengusaha ekspedisi.

KSOP Kelas I Banjarmasin, Muhammad Takwim Masuku kepada wartawan menjelaskan, sosialisasi EMKL ke JPT ini sudah lama sejak beberapa tahun yang lalu bahkan sudah mengalami beberapa kali perubahan sehingga sudah hampir semua EMKL mengetahuinya karena ini merupakan kebijakan Menteri Perhubungan.

“Dalam pengurusan EMKL menjadi JPT di KSOP Kelas I Banjarmasin tidak ada pungutan biaya semua pengurusan gratis bila ada pungutan dikantor saya laporkan segera pasti akan saya tindak segera,’’tegas Takwim.

Manfaatnya sangat besar jika EMKL berubah menjadi JPT karena para pengusaha ini akan bisa membuka cabangnya diseluruh wilayah Indonesia serta diberikan kemudahan dalam melakukan job order di Pelabuhan Indonesia III (PELINDO).

Terkait adanya EMKL yang melakukan demo kemaren pagi Takwim mengaku sah-sah saja dialam demokrasi ini dalam menyuarakan pendapatnya, namun harus diingat perubahan EMKL ke JPT ini sudah lama dikaji pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan intinya lebih banyak menguntungkan pengusaha ekspedisi.

“Apalagi sekarang ini kita memasuki era pasar bebas dan MEA hingga pengusaha ekspedisi sudah ada safetynya,’’tambahnya.

Sementara, Ketua DPD Asosiasi Logistick Forwarder Iindonesia ALFI/ILFA Kalsel La ODE Bahasani SH MH kepada wartawan dikantornya kemaren menjelaskan, sejak KSOP meminta agar semua EMKL atau ekspedisi berubah menjadi JPT, hampir semua pengusaha anggauta EMKL langsung sudah meresfonnya.

Disebutkan, hingga bulan Juli 2016 ini sudah hampir 99 persen EMKL dibawah ALFI dan ILFA Banjarmasin menjadi JPT.

“ Memang kami akui ada 1 atau 2 EMKL yang masih bandel tidak mau berubah menjadi JPT bahkan orang ini sering koar-koar dikoran menyalahkan ALFI, Pelindo hingga KSOP Kelas I Banjarmasin padahal EMKL ini yang tidak mau berubah mengikuti aturan Kementerian Perhubungan RI, seperti demo yang mereka lakukan kemaren pagi,” tegas senior Advokad ini.

Kalau EMKL tidak berubah menjadi JPT tentu akan mempersulit usaha mereka sendiri karena ketika melakukan pengurusan barang atau ambil Job Order pasti ditolak pihak Pelindo III Banjarmasin.

Anggauta ALFI Kalsel sendiri saat ini sekitar 124 terdiri dari yang sudah JPT 54 perusahaan terdiri dari EMKL sebanyak 40 dan CV sebanyak 29 dan ini menjadi kewajiban untuk peningkatan status hukum dari CV, EMKL menjadi JPT.

Apalagi memasuki era MEA saat ini sudah seharusnya menjadi JPT sehingga dengan semua ekspedisi sudah berstatus JPT secara otomatis perusahaan asing akan semakin sulit masuk dan mengembangkan usaha.

“Kita saat ini JPT ini bagian dari antisifasinya karena pelabuhan kita ini termasuk 16 besar terbaik di Indonesia yang bisa dimasukki asing sehingga JPT terus harus kita perbanyak memasuki era pasar bebas ini,’’bebernya.
Bahkan dengan adanya perubahan EMKL menjadi JPT sejumlah perbankkan mulai jemput bola keperusahaan teman-terman untuk menawarkan kreditnya baik perbakkan swasta dan nasional.

Samosir Lintas Jawa Grup ketika dikonfirmasi wartawan dikantornya terkait perubahan EMKL menjadi JPT menjelaskan, perusahaannya sudah lama merubah ekspedisi menjadi JPT apalagi perubahan ini sudah lama sudah disosialiasikan pihak Kementerian perhubungan dan diketahui oleh para pengusaha ekspedisi. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua