• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Masjid Jamhuri Aisyah Diresmikan Gubernur, Bupati dan Ulama

KH Ahmad Zuhdiannor, memimpin do’a bersama
KH Ahmad Zuhdiannor, memimpin do’a bersama

Banjarmasin, KP – Kabupaten Barito Kuala (Batola) kini memiliki masjid megah yang lokasinya strategis berada di kawasan Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak (antara Simpang 4 Handil Bakti – Jembatan Barito).

Masjid bernama Jamhuri Aisyah ini diresmikan 4 pejabat dan ulama sekaligus mulai dari Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Bupati H Hasanuddin Murad, ulama kharismatik Kalsel KH Ahmad Zuhdiannor, serta sang pendiri selaku Pembina dan Penasehat Pengelola masjid H Jamhuri, kemarin malam.

Peresmian diawali pembukaan selubung nama masjid dari Gubernur Sahbirin Noor dan Bupati Hasanuddin Murad serta dilanjutkan penandatanganan prasasti dari empat pejabat dan ulama serta pendiri tersebut.

Gubernur H Sahbirin Noor mengaku, bangga dan sangat bahagia setelah meresmikan masjid yang pembangunannya murni dari bantuan pribadi pengusaha tersebut. Terlebih jika melihat letaknya yang strategis berada di lintasan jalan Trans Kalimantan antara Banjarmasin (Kalsel) dan Kalteng.

“Kita telah sama-sama menyaksikan masjid semegah ini telah berdiri di daerah ini. Ini sangat membanggakan masyarakat Kalsel,’’ katanya, seraya menyebut keberadaan masjid nantinya sangat bermanfaat terutama bagi pengguna jalan yang melintas, baik dari masyarakat sekitar maupun dari Kalteng.

Di hadapan para habaib, ulama, pemuka agama, tokoh agama, para pejabat Provinsi Kalsel, Kota, dan Kabupaten Batola serta segenap lapisan masyarakat jemaah pengajian KH Ahmad Zuhdiannor yang memadati ruang induk dan kawasan pekarangan masjid, gubernur mengutarakan ada tiga keinginannya dalam memimpin.

Ketiga hal itu yakni, ingin menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta jauh dari korupsi, ingin menciptakan kekompakan seluruh lapisan termasuk pengusaha sukses agar mau berbagi dalam membangun, seperti yang dilaksanakan H Jamhuri ini.

Selain itu, senantiasa berharap dari para alim ulama untuk selalu mendoakan agar dalam menjalankan tugas diberi kelancaran dan kemudahan, dihindarkan dari hal-hal negatif serta sukses dunia akhirat.

“Jika dalam melaksanakan tugas terdapat kesalahan dan tindakan yang kurang berkenan, silakan ulun dikritik, ditegur dan diberikan saran supaya ulun jangan salah, karena jika salah banyak rakyat yang dirugikan,’’ katanya. Mengingat, lanjutnya, pemimpin adalah rakyat dan rakyat adalah pemimpin.

Tidak ada pemimpin tanpa rakyat dan pemimpin berasal dari rakyat. Sebelumnya, Bupati Batola H Hasanuddin Murad atas nama pemerintah dan pribadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan khususnya kepada panitia masjid yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk turut meresmikan dan menyampaikan sambutan.

Suami Ketua DPRD Provinsi Kalsel Hj Noormiliyani AS SH itu juga mengaku, bangga dan gembira sekaligus memberi apresiasi tinggi kepada pengurus dan pengelola serta seluruh masyarakat Alalak, terlebih kepada donatur dan penyumbang sehingga berdirinya masjid ini.

Bupati yang juga mantan anggota DPR RI itu berharap, dengan telah berdirinya masjid, selain menjadi sarana peribadatan juga dapat dijadikan sebagai wadah berkumpul warga dalam rangka mempererat ukuwah islamiyah sekaligus musyawarah berbagai persoalan, terutama menyangkut kepentingan umum dan kemaslahatan warga.

Selain itu, keberadaan masjid juga diharapkan dapat dimanfaatkan dalam menunjang peningkatan dan perkembangan syiar agama Islam, agar tercipta lingkungan agamis dan harmonis.

Di samping juga diharapkan, sebagai tempat bagi anak-anak untuk belajar baca tulis Al-Qur’an termasuk pembelajaran berbagai ilmu agama Islam, sehingga keberadaan masjid dapat maksimal pemanfaatannya.

Masjid Jamhuri ‘Aisyah yang dibangun sejak 13 April 2013 ini memiliki luas bangunan 29 meter  x 29 meter.

Masjid yang berdiri di lahan seluas 2 hektare. Peresmian masjid diawali Shalat Magrib dan Shalat Hajad, tausyiah serta Shalat Isya berjamaah yang dipimpin KH Ahmad Zuhdiannor. Di sela tausyiah juga diisi pembacaan maulid habsyi. (Hms/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua