• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Massa Ngamuk di DPRD Kalsel dan `Serbu’ Mapolresta Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Massa dari mahasiswa gabungan, tadinya aksi demo damai berubah mengamuk lantaran kecewa sikap wakil rakyat di DPRD Kalsel, Jumat (14/9).

Sebetulnya telah dua kali mahasiswa melakukan aksi serupa itu ke DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat dan selalu mendapatkan hasil dirasa tak memuaskan.

Dan kemarin puncak kekecewaan itu. Para mahasiswa kecewa saat menyampaikan aspirasi tanpa dihadiri satu anggota dewan.

Suasana jadi memanas, setelah rusak papan nama di DPRD, kemudian masuk ke dalam rungan

memungut papan nama yang terletak di atas meja wakil rakyat serta melemparkan ke lantai.

Aksi menyampaikan delapan tuntutan diantaranya soal harga BBM dan melemahnya Kurs Rupiah terhadap Dollar, ini dilanjut, siangnya, setelah Jumatan.

Mahasiswa sempat berdialog dengan salah satu anggota yakni H Suripno Sumas dan tetap dirasa tak memuaskan.

Karena sejak awal suasana menanas, dan itu terulang dimana mahasiswa saling dorong.

Karena dinilai situasi bisa memicu lebih parah, maka dari aparat keamanan bertindak mengamankan sejumlah mahasiswa.

[]Tuntut Dilepaskan

Setelah ada yang diamankan, para mahasiswa lain kemudian berusaha membela rekannya.

Ada yang ke Mapolda Kalsel dan ke e Mapolresta Banjarmasin.

Namun, setelah tahu itu di Mapolresta, maka secara bersama `serbu’ (datangi,red)  Mapolresta di Jalan A Yani Km 3,5 Banjarmasin.

Dari keterangan sebanyak 38 mahasiswa diamankan ke Polresta, yang saat itu diangkut menggunakan truk polisi.

Saat di Mapolresta ditemui awak media, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Supian HK, tidak membantah adanya dugaan pengrusakan papan nama dan ia menyayangkan tindakan anarkis dalam penyampaian aspirasi tersebut.

“mereka menerobos masuk dan merusakan papan nama beberapa anggota dewan,’’ jelasnya.

Dikatakan Supian, surat masuk , untuk penyampaian aspirasi  mahasiswa pada pukul 09.00 WITA. “Kita menunggu kedatangan mereka dan siap menerima aspirasi mereka, Ternyata  datang menjelang sholat jum’at, langsung masuk dan sempat berbuat anarkis,’’ ujap pria dengan baju warna putih ini.

“Dari surat yang di layangkan menyampaikan aspirasi berjumlah 20 orang, namun kenyataan lebih dari 20 orang,’’ tambahnya.

Hingga berita ini di turunkan, 38 mahasiswa diamankan di Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin guna diminta keterangan.

Dan para mahasiswa yang menamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan mendatangi Mapolresta Banjarmasin dan menunggu hingga sore.

Tujuan dari kedatangannya tersebut dalam rangka menyampaikan permintaan pembebasan sejumlah anggota aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan yang diamankan anggota Polresta Banjarmasin.(yul/lyn/K-2)

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua