• Hari ini : Kamis, 24 Mei 2018
  • 28 C

MenPAN RB : Secepatnya Tentukan Status Polda Kalsel

BERI PENJELASAN -MenPAN-RB, Asman Abnur, didampingi Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana (kiri) dan Asrena Kapolri, Irjen Polisi Drs Bambang Sunarwibowo, beri penjelaaan selesai membuka Studi Kelayakan Peningkatan Tipologi Polda Kalsel tahun 2018 di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, Senin (23/4). (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur, mengatakan diplomatis kalau kreterialah yang tentukan status Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dari tipe B menuju ke tipe A.

Hal senada diungkapkan Asrena Kapolri, Irjen Polisli Drs Bambang Sunarwibowo SH M.Hum bahwa semua penialaan akhir ada di MenPAN-RB.

Itu ketika ditanya [[wartawan]}, Senin (23/4) tentang penentuan status Polda Kalsel.

“Ya Pokoknya seceptanya kita tentukan status Polda Kalsel ini. Namun saya belum bisa bilang sekarang layak atau tidak.

Semua kriterialah yang selama ini dihimpun menentukannya, termasuk keputusan dari Kapolri,’’ tambah (MenPAN-RB), Asman Abnur.

Namun dari smeua itu, MenPAN-RB, memberi sinyal atas kenaikan status Polda Kalsel ke tipe A.

Disebut, pihaknya sudah mengevaluasi selama enam bulan dan mencari data langsung ke lapangan.

Selain Polda Kalsel, menurut Asman, ada tiga kepolisian daerah lainnya yang bakal naik dari tipe B ke tipe A yakni Polda Kalimantan Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat dan Polda Jambi.

“Empat kepolisian daerah ini telah mengajukan usulan ke Kementerian.

Kami sudah melakukan evaluasi selama enam bulan ini, guna melihat sejauh mana kesiapan empat Polda tipe B, termasuk Polda Kalsel yang sudah mengusulkan menjadi tipe A.

Evaluasi sudah kami lakukan selama enam bulan ini berbuah baik,’’ beber Asman Abnur usai membuka Studi Kelayakan Peningkatan Tipologi Polda Kalsel tahun 2018 oleh Menpan RB dan Asrena Kapolri di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Asman Abnur, Asrena Kapolri, Irjen Polisi Bambang Sunarwibowo, Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana, serta seluruh Kapolres se-Kalsel menyaksikan simulasi layanan berbasis online yang sudah dilakukan oleh Polda Kalsel serta Polres-polres di kota/kabupaten se-Kalsel.

Pada bagian lain, Asman berharap Polda Kalsel terus meningkatkan kinerja layanan, termasuk kesiapan personel, pelayanan publik berbasis Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Selain itu, ia mengingatkan Polda Kalsel dan jajaran kepolisian resor perlu kesiapan inovasi bidang IT.

Sebab, kata Asman, semua indikator ini berpengaruh dalam tipologi penilaian.

Ia berharap Polda Kalsel dan jajaran kepolisian sudah mempersiapkan aneka persyaratan dan mampu menyelesaikan beban kerja yang diemban.

“Jika semuanya bisa dilalui tentu lebih cepat lebih baik, sehingga peningkatan tipeloginya juga bisa diberikan lebih cepat,’’ katanya.

Asman melanjutkan, pihaknya sudah melihat secara langsung lewat paparan singkat kondisi Polda Kalsel menuju tipe A. Secara umum, kata Asman, Polda Kalsel sudah menerapkan zona integritas WBK menuju WBBM di beberapa polres.

“Kami melihat Polda Kalsel serta seluruh jajaran juga sudah melakukan inovasi layanan berbasis online, termasuk sistem tes masuk Polri.

Serta SKCK sudah terintegrasi dengan kabupaten/kota.

Ini sebuah upaya yang patut diapreasiasi dan terus ditingkatkan,’’ ujar Asman Abnur.

Sementara itu, Asrena Kapolri Irjen Polisi Bambang Sunarwibowo, mendorong agar semua jajaran Polda se-Indonesia yang sebelumnya bertipe B, bisa mendapatkan kenaikan ke tipe A, termasuk Polda Kalsel.

“Kami terus mendorong agar Polda semakin meningkatkan kinerja pelayanannya ke masyarakat. Karena bukan semata mengejar kenaikan tipe.

Tapi lebih kepada layanan yang semakin baik sesuai harapan masyarakat,’’ kata Bambang.

Sedangkan Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana mengatakan, optimis dan terus berupaya melengkapi persyaratan yang menjadi acuan KemenPAN -RB agar Polda Kalsel bisa menjadi tipe A.

Pelayanan yang cepat, tepat dan efisien terus dilakukan hingga ke semua Polres.

“Bahkan pihkanya menerapkan zona integritas di beberapa Polres yang ada di kota/kabupaten Kalsel. Pada 2018, ada tiga Polres yang masuk zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),’’ ujarnya.

Soal layanan berbasis elektronik yang sudah diterapkan Polda Kalsel bernama ‘Sasirangan’.

“Polda Kalsel juga telah menggunakan sarana dan sistem berbasis IT sebanyak 56 layanan publik antara lain, SKCK, SIM, dan informasi Karhutla. Selanjutnya disatukan dalam satu aplikasi bernama Sasirangan,’’ beber Rachmat.

Aplikasi yang diluncurkan pada 6 April itu melengkapi kriteria untuk polda tipe A lainnya, yaitu kinerja transparan yang kini sudah dimiliki oleh Polres Banjarmasin. Polres yang berada di satuan wilayah Polda Kalsel ini bahkan telah menerima penghargaan dari KemenPAN-RB sebagai salah satu dari 10 polres Indonesia yang mendapat predikat WBK.

Rachmat juga menjelaskan prestasi Polda Kalsel lainnya adalah hasil ‘Baik’ dari evaluasi Akubtabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) selama 3 kali di tahun 2015-2017.

“Sedangkan Indek Tata Kelola (ITK) Polda Kalsel yang dinilai pada tahun 2015 dengan nilai 6.042 dengan kriteria cenderung sedang yang meliputi 7 prinsip tata kelola yang baik dan 8 area perubahan, serta menempati peringkat 8 di seluruh polda di seluruh Indonesia,’’ ujarnya lagi.

Sebagai informasi jumlah personel Polda Kalsel sebanyak 8.772 personel.

Rasio jumlah personel dengan penduduk adalah 1 banding 477 jiwa dan apabila dibandingkan dengan luas wilayah 1 personel berbanding dengan 7.35 km persegi. (K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua