• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Mentan Minta Tapin Jadikan Daerah Sentra Bawang di Kalimantan

SENTRA BAWANG – Menteri Pertanian minta kepada Buptai Tapin untuk memperluas areal tanam bawang agar Tapin biosa menjadi sentra bawang merah di Kalimantan. Menteri berada  di Tapin dengan petani bawang setempat.
SENTRA BAWANG – Menteri Pertanian minta kepada Buptai Tapin untuk memperluas areal tanam bawang agar Tapin biosa menjadi sentra bawang merah di Kalimantan. Menteri berada di Tapin dengan petani bawang setempat.

RANTAU, KP – Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyaksikan gerakan tanam padi dan budidaya bawang dan cabai di Desa Sabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin.

Amran menyaksikan petani lokal sedang membajak sawah menggunakan traktor dan mengecek produksi bawang dan cabai yang lokasinya berdekatan.

Dalam kunjungannya Amran didampingi Wagub Kalsel, Rudy Resnawan, Bupati Tapin Arifin Arpan, Kadis Pertanian Kalsel Fattlurohman, dan Sekretaris Dinas Pertanian Kalsel Wagimin.

Amran sempat berdialog dengan petani bawang yang berada di lokasi, Luwu, asal Nganjuk. Dia berpesan agar bedengan atau balurannya diperdalam agar tidak merendam bawang.

“Ini bedengnya coba diperdalam, masa seperti ini nanti kebanyakan air,’’ kata Amran, di lokasi, Kamis (15/12).

Lahan tersebut ditanami cabai dan bawang secara berseling. Luwu menjelaskan, penanaman tersebut karena mensiasati lahan yang mudah banjir.

“Ditumpang sarikan antar cabai dan bawang supaya mensiasati ini kan banjir,’’ kata Luwu.

Luas hamparan keseluruhan antara padi, cabai, dan bawang sebesar 940 hektar, sementara luas lahan bawangnya saja seluas 410 hektar.

Amran memberi tantangan kepada Bupati Tapin untuk menambah luas tanam bawang 2017 sebanyak 200 hektar lagi agar Kalsel memiliki produksi bawang yang banyak dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Rata-rata produksinya 10 ton atau 9 ton per hektar.

Amran menyebut hasilnya tahun depan harus dapat meningkat dua kali lipat dengan perluasan lahan yang ditanami bawang. Hal itu karena pada beberapa waktu lalu saat percobaan 4 hektar penanaman bawamg realisasinya mencapai 100 hektar luas lahan yang ditanami bawang.

“Hasilnya ini sangat menggembirakan sehingga kita dorong supaya tahun depan 200 hektar tambahan semoga sudah mencapai tahun depan 600 hektar sampai 800 hektar luas tanah yang ditanami bawang,’’ kata Amran.

“Harapan kami nantinya Tapin ini memenuhi kebutuhan bawang. Kita jadikan pusat bawang Kalimantan adalah kecuali Kalbar adalah Tapin. Kalbar potensinya 16 ton, Tapin 17 ton,’’ imbuhnya. (net/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua