• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

Meresahkan, Warung ‘Jablai’ Dekat Polsek Anjir Muara

9-- 2 klm ilustrasi jablai

Marabahan, KP – Wanita seksi menjadi ciri yang tak bisa lepas dari warung `jablai’. Pemandangan yang hampir selalu dapat memanjakan mata `lelaki hidung belang’ itu selalu menunggu pada malam tiba.

Keberadaan warung `jablai’ di Desa Anjir Muara Kota, Kabupaten Barito Kuala (Batola) inilah yang resahkan warga.

Warung remang-remang yang dugaan akhirnya bisa mengarah hal bersifat negatif ini terletak di sekitar Jalan Trans Kalimantan Km 1, tak jauh dari Polsek Anjir Muara.

Menurut salah satu tokoh agama sekitar kampung, Hasbullah, warung remang itu dikelola Nadi alias Boy warga sekitar.

Awalnya warung yang baru pertama kali buka sekitar lima bulan lalu itu beraktivitas layaknya warung biasa yang menyediakan makanan ringan dan minuman bagi pelanggan yang ingin bersantai.

Namun kelamaan warung milik Boy berubah menjadi warung remang yang juga diduga menjajakan wanita penghibur.

“Keberadaan warung sangat mengganggu warga, apalagi sangat berisik dan terlihat banyak wanita wanita berpakaian minim dan menggoda para `pria hidung belang yang mampir ke warung,’’ ujarnya lagi.

Sedangkan menurut Munhar warga setempat, keberadaan warung yang dulunya biasa saja, kini terkesan negatif.

“Kita warga disini berharap pihak pejabat di desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun aparat kepolisian memberikan teguran dan kalau perlu tindakan tegas,’’ ujarnya.

Bahkan doikatakan warga setempat, keberadaan seperti itu sudah pernah menegur, namun tidak digubris.

“Satu satunya jalan keluar ya pejabat dan aparat berwenang bertindak,’’ tambah Munhar, kepada awak media, Sabtu malam (20/8).

Ternyata semua itu tak hanya dirasakan warga sekitar. Namun keresahan serupa dialami warga desa se belahnya, seperti diungkapkan Idau.

Meski dirinya berada di kampung sebelah, namun saat melintas depan warung tersebut membuatnya geram, apalagi banyak wanita-wanita berpakaian tidak lazim.

“Keberadaan warung tersebut sangat mengganggu dan dapat berakibat buruk bagi desa maupun warga sekitar, apalagi terhadap anak anak,’’ ujarnya.

Keterangan lain, keberadaan warung `jablai’ ini sebenarnya sudah diketahui aparat berwenang, dan pernah ditegur.

Namun, hanya sebatas teguran itu. Dalam artian tak ada tindakan tegas lainnya jika memang dinilai merasahkan warga. (K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua