• Hari ini : Rabu, 15 Agustus 2018

Miris, Desa Kiram Belum Punya SMA

Martapura, KP – Salah satu misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di bawah kepemimpinan H Sahbirin Noor-Rudy Resnawan, yakni mengembangkan sumberdaya manusia yang agamis, sehat, cerdas dan terampil.

Seperti yang sering digelontorkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yaitu apabila anak bangsa cerdas akan menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan dapat berdaya saing tinggi.

Akan tetapi hal tersebut, bagi sebagian anak-anak Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar sulit terwujud.

Lantaran mereka harus dengan ‘terpaksa’ sekolah hanya sampai SMP.

Terputusnya ke jenjang sekolah lanjutan atas, karena hingga sekarang di Desa Kiram tak mempunyai SMA/sederajat.

Padahal anak-anak Desa Kiram mempunyai semangat dan opsesi sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Seperti halnya yang dialami Anang (nama minta dirahasiakan), terpaksa mengurungkan niatnya melanjutkan sekolah karena di kampung mereka belum tersedia lembaga pendidikan lanjutan atas atau sederajat.

Sementara jika ingin melanjutkan ke SMA, harus ke desa tetangga dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer dari kampung mereka, yakni di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan.

Tak cukup sampai di sini, perjuangan anak Desa Kiram untuk bisa sampai ke SMA di Padang

Panjang terlebih dulu harus melintasi desa tetangga lainnya, yakni Desa Mandiangin.

“Ulun (saya,red) termasuk siswa yang terpaksa menunda melanjutkan pendidikan ke SMA.

Pasalnya, selain kondisi jalan saat itu tidak sebagus sekarang, juga jarak menuju tempat sekolah di Desa Padang Panjang, cukup jauh,’’ ucapnya.

Diutarakan, akibat di kampung mereka tidak ada SMA, maka sejumlah remaja tamatan SMP, enggan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

“Ke depan kami sangat mengharapkan di Desa Kiram, ada fasilitas pendidikan tingkat SMA,’’ harap perempuan berusia 16 tahun ini.

Aminah, warga RT 2 Desa Kiram , mengakui belum tersedianya lembaga pendidikan tingkat atas di kampungnya.

Menurut Aminah, bagi anak penduduk yang ingin sekolah SMA bisa melanjutkan ke Desa Padang Panjang, meski harus menempuh jarak sekitar delapan kilometer.

Untuk menuju SMA di Padang Panjang, sebut Aminah, siswa terlebih dulu harus melintasi jalan Desa Mandiangin sekitar lima kilometer dan kemudian melanjutkan ke Desa Padang Panjang, sekitar tiga kilometer.

“Kami berharap pemerintah daerah berkenan mendirikan lembaga pendidikan baru setingkat SMA di Desa Kiram. Semoga aspirasi ini menjadi perhatian pemerintah agar anak desa tidak jauh lagi menuju tempat sekolahnya,’’ ucapnya.

Harapan serupa diutarakan Junaid, warga Desa Kiram lainnya. Junaid menaruh harapan besar di kampung mereka didirikan sekolah tingkat SMA.

Keberadaan pendidikan SMA di sini (Kiram, red) sangat mendukung keberadaan Wisata Kiram.

Pasalnya, semakin banyak anak-anak taman SMA, maka pola

pikirnya juga semakin maju terutama memanfaatkan tersedianya tempat wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Kalsel, Muhamadun, mengemukakan, pihaknya siap akan membangunkan sekolah di Desa Kiram.

Hal ini tentunya untuk mewujudkan tercapainya misi pemerintah di bidang pendidikan.

“Insya Allah tahun ini akan kita anggarkan untuk membangun SMA di Desa Kiram.

Karena Desa Kiram memenuhi syarat untuk dibangun SMA, karena ada sekolah penunjang seperti, SMP dan stanawiyah,’’ ujarnya. (ban/K-2)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua