• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Mobil Angkutan Tidak Lolos KIR Dilarang Beroperasi

Foto Ilustrasi. (net)
Foto Ilustrasi. (net)

BANJARMASIN, KP – Ketua komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Aman Fahriansyah meminta agar Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) melarang setiap mobil angkutan yang tidak lolos KIR atau uji kelaikan untuk  beroperasi.

Ketentuan itu dalam rangka untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 18 tahun 2013 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. Katanya kepada {{KP}}, Kamis (4/8).

Aman Fahrianyah menegarai, cukup banyak mobil angkutan di kota ini yang tidak lolos KIR, bahkan sudah tidak laik jalan, namun oleh pemiliknya masih tetap dioperasikan.

Terkait pelaksanaan Perda ini, Aman Fahriansyah meminta kepada Dishibkominfo Kota Banjarmasin secara rutin melaksanakan razia. Karena kendaraan bermotor yang tidak lolos uji KIR rawan terjadi kecelakaan.

“Seperti lampu yang tidak berfungsi, ban dan rem mobil yang sudah aus dan peralatan atau komponen mesin yang sudah tidak layak lagi,’’ ujarnya.

Menurutnya, sesuai Perda, terhadap kendaraan angkutan yang tidak lolos uji KIR wajib dikembalikan kepada pemiliknya untuk selanjutnya diarahkan agar komponen kendaraan yang rusak dan sudah tidak layak lagi dilakukan perbaikan ke bengkel. Setelah diperbaiki baru kembali dilakukan uji KIR.

Secara terpisah, Kepala Dishukominfo Kota Banjarmasin, Drs Kasman mengakui, masih banyak menemukan mobil angkutan yang saat dilakukan uji KIR dinyatakan tidak lolos.

Dikemukakan, dalam sehari di Banjarmasin sekitar 30 – 40 mobil angkutan yang mengajukan perhomonan uji KIR.  “Dari uji KIR yang dilaksanakan tidak jarang ditemukan mobil angkutan yang tidak lulus uji KIR atau ditunda kelulusannya,’’ ujarnya.

Ditambahkan, kendaraan yang tidak lolos atau ditunda dalam uji KIR   dikembalikan kepada pemiliknya dengan harapan kendaraan tersebut diperbaiki beberapa komponen yang sudah tidak layak agar bisa mengikuti uji KIR lagi.

Lebih jauh ia menjelaskan, sesuai aturan setiap kendaraan angkutan harus dilakukan uji KIR enam bulan sekali. Ia juga menambahkan, masih banyak  kendaraan angkutan yang diuji KIR sudah berusia tua.
“Namun karena belum ada aturan yang mengatur batas usia kendaraan untuk dapat beroperasi kita tidak bisa berbuat-buat apa. Yang jelas jika kondisi  kendaraan tak layak jalan, tentu tak boleh beroperasi,’’ kata Kasman. (nid/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua