• Hari ini : Minggu, 25 Februari 2018

Modal Belasan Juta Bisnis Zenith

Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Wahyu Hidayat SIK, beserta jajaran menunjukan barbuk zenith dari tersangka Arkani.

Banjarmasin, KP – Belum lagi meraup untung dari bisnis bermodal belasan juta rupiah, Arkani duluan dibekuk Anggota Buru Sergab (Buser) Polsekta Banjarmasin Tengah di Jalan A Yani KM 1 Banjarmasin Tengah, Selasa (7/11) malam, sekitar pukul 20.00 WITA.

Ternyata warga Jalan A Yani Km 6, Komplek Banua, Banjarmasin Timur ini tengah melakoni bisnis barang ilegal, yakni jualan carnophen alias zenith. Saat ditangkap dipinggir Jalan A Yani KM 1 Banjarmasin Tengah itu, pria berusia 33 tahun ini, tengah kedapatan membawa ‘pil jin’.

Dan dari tangan Arkani petugas menyita 4.000 butir obat yang masuk daftar G itu, dalam tas ransel warna Hitam yang dibawanya.

Penangkapan Arkani bermula dari laporan masyarakat, bahwa ada seorang pria yang mencurigakan sedang nongkrong di Tempat Kejadian Pekara (TKP) dengan menggunakan sepeda motor, anggota pun mencoba menyilidiki laporan tersebut.

Anggota pun langsung meluncur ke TKP untuk menyilidiki kasus tersebut, lalu anggota mendekati seorang pria sesuai dengan ciri-ciri yang masuk laporan tersebut.

Saat digeledah, petugas mendapatkan ribuan ‘pil jin’ didalam tas ranselnya, tanpa banyak basa-basi lagi pelaku langsung dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah, Kompol Wahyu Hidayat SIK, ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan pengedar obat terlarang ini. Bagi dia, aktivitas Arkani yang sering melakukan transaksi di TKP meresahkan warga sekitar.

Ia menghimbau, kepada masyarakat untuk bersama-sama membasmi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, dan jangan takut melaporkan ada kegiatan yang mencurigakan dalam bentuk apapun bentuknya.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuannya,” timpalnya.

Dari pengakuan pelaku Arkani, dirinya tergiur mendapat keuntungan besar, makanya nekat berbinis zenith dengan modal belasan juta rupiah. Selain tidak ada pekerjaan lagi, dari bisnis ‘pil jin’ itu bisa menghidupi keluarga.

“Sebenarnya keluarga pun belum tahu bisnis saya ini, yang sudah berjalan beberapa bulan ini, dan saya sering mengambil barang haram ini di daerah Kelayan A Banjarmasin Selatan, di tempat teman yang sudah lama dikenal,” ujarnya. (fik/k-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua