• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Mungkinkah ‘Malpraktik’ Terhadap Jasad Lakalantas

sepeda motor ini membuktikan adanya insiden kecelakaan. Namun anehnya tubuh korban kecelakaan justru dibelah. Padahal mengalami luka di bagian kepala

BANJARMASIN, KP – Mungkinkan terjadi ‘malpraktik’ terhadap korban kecelakan lalu lintas (lakalantas) dan tewas hingga dibawa ke kamar mayat.

Setidaknya ini, sempat adanya komplain dari pihak keluarga yang mengalami kecelakan dan tewas dibawa ke kamar jenazah salah satu rumah sakit di Banjarmasin.

Bahkan pula, melihat adanya ketidak wajaran oleh keluarga korban disampaikan ke Polres Banjar, yang mengatakan kalau jasad korban di bagian perut ada luka seperti luka bedah.

Diketahui peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi Senin lalu (4/9) sekitar pukul 11.45 WITA di Jalan Martapura Lama Km 15,100 Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Korban diketahui bernama Siti Sarah (63), warga Jalan Pramuka terminal Km 6, Kecamatan Banjarmasin Timur yang saat itu dibonceng Masni (32) mengendarai sepeda motor, dari rumah menuju Sungai Tabuk.

Sepeda motor Yamaha Mio Soul GT dengan Nopol DA 6244 VH yang dikendarai kedua korban bertambrakan Mobil Mitsubishi Dump Truck Nopol DA 1185 TLA

Korban Siti Sarah dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sehingga jenazahnya dibawa oleh pihak Polantas ke salah satu rumah sakit yang ada di Banjarmasin.

Sesampaikan di rumah sakit, jasad korban di masukkan dalam kamar jenazah.

Dan berselang 6 jam lamanya, kemudian jasad korban dijemput keluarganya, yang saat itu sempat membuka paksa pintu di kamar jenazah.

Keluarga korban melihat ada luka di bagian perut seperti luka bedah dan jahitan.

Atas kejadian itu keluarga korban menghubungi pihak Unit Laka Lantas Polres Banjar.

Tak lama berselang datang petugas dan keluarga korban menanyakan apakah korban dilakukan otopsi atau visum bagian dalam.

Dan dari pihak polisi mengatakan tidak pernah memerintahkan untuk melakukan otopsi.

Menurut keluarga korban polisi yang datang sempat memfoto luka bedah yang ada di bagian perut.

Sementara itu luka bedah ini dipertanyakan, karena untuk keperluan apa pihak tertentu melakukan pembedahan terhadap korban kecelakaan lalu lintas.

Mestinya proses pembedahan dalam rangka otopsi untuk keperluan visum harus diminta oleh pihak kepolisian atas seijin atau sepengetahuan pihak keluarga korban.

Atas semua, diselidiki pihak kepolisian tentang berbagai kemungkinan terjadi.

Apakah dugaan percobaan pencurian organ tubuh atau mayat korban dijadikan sebagai model praktik para dokter muda.

Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana, menyatakan jika semua benar maka memprihatinkan.

“Kita akan cek dan saya meminta agar masalah ini diselidiki agar jelas,’’ ujar Kapolda, Rabu (6/9).

Sementara itu Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, membenarkan kalau keluarga korban ada sempat komplain ke Mapolres.

“Namun hasil pengecekan kami tenryata sudah tidak ada masalah tetang dugaan adanya terjadi ‘malptaktik’. Awalnya pihak keluarga benar komplain. Karena dikira ada bekas luka tambahan di rumah sakit, tapi ternyata hanya goresan saja,’’ ujarnya kemarin saat berada di Mapolda Kalsel. (K-4)

%d blogger menyukai ini: