Jakarta, KP - Mantan Bendahara Umum Partai Demokat Muhammad Nazaruddin menyebut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah dan Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja pernah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Pertemuan untuk 'nego' kasus yang menyeret Nazaruddin.
``KPK sudah ada deal khusus antara Anas dan Chandra Hamzah. Deal-nya, Chandra terpilih kembali menjadi pimpinan KPK, begitu juga Ade Raharja terpilih kembali. Ini deal untuk KPK ke depan,’’ kata Nazaruddin dalam wawancara live dengan stasiun Metro TV, Selasa (19/7).
Usai wawancara langsung di televisi, VIVAnews.com mencoba menghubungi Nazaruddin. Lewat pesan Blackberry Messenger, Nazaruddin meminta VIVAnews.com mengutip saja wawancara langsung di televisi tadi.
``Anas dan Ade Rahardja mengadakan pertemuan. Deal-nya, Anas tidak boleh dipanggil. Angelina Sondakh tidak boleh dipanggil, kasus ditutup hanya sampai Nazaruddin,’’ kata Nazaruddin.
Anas Urbaningrum sendiri sudah membantah keras semua tuduhan Nazaruddin. Menurut Anas, tudingan-tudingan Muhammad Nazaruddin terhadap diri dan partainya salah semua. Tuduhan-tuduhan itu tidak ada yang benar.
Tak hanya membantah, Anas juga telah melaporkan Nazaruddin ke polisi. Anas berharap, tudingan Nazaruddin itu diusut dalam proses hukum. ``Bukan hanya saya bantah, tetapi biarkan menjadi proses hukum,’’ kata Anas di Jakarta, Jumat 15 Juli lalu.
Chandra M Hamzah juga membantah tudingan Nazaruddin. ``Nggak benar,’’ kata Chandra lewat pesan singkat, Selasa 19 Juli 2011. Sementara, pekan lalu Ade Rahardja kepada VIVAnews.com membantah adanya pertemuan itu. ``Tidak ada. Tidak ada itu. Saya tidak pernah bertemu Anas,’’ kata Ade dalam pesan singkat kepada VIVAnews.com.(net/K-1)

Nazaruddin: Anas dan Chandra Hamzah Bertemu

