Bali, KP - Pergerakan yang begitu cepat dari pertumbuhan kawasan dan dunia membuat negara-negara ASEAN juga harus mengambil tindakan cepat jika tidak ingin tertinggal dari negara-negara di luar kawasan. Percepatan pergerakan ASEAN merupakan amanat dalam piagam ASEAN.
Pesan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ke-44 ASEAN dan rangkaiannya di Nusa Dua, Bali, Selasa (19/7).
``Gerak cepat ASEAN adalah prasyarat yang diamanatkan dalam Piagam ASEAN. Diharapkan pada pertemuan menteri-menteri luar negeri ini mampu menindaklanjuti dan mengisi kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan oleh para Pemimpin ASEAN dalam KTT sebelumnya, terutama visi Komunitas ASEAN di tengah komunitas global bangsa-bangsa,’’ kata Yudhoyono
Selain visi tersebut, para pemimpin ASEAN juga sepakat untuk mempercepat kerjasama bantuan bencana dan membentuk ASEAN Institute for Peace and Reconciliation guna memperkuat kapasitas penyelesaian konflik.
Para pemimpin juga menyetujui biennial review cetak biru pilar politik dan keamanan ASEAN. ``Kita sepakati pula langkah-langkah untuk mengatasi masalah penyelundupan manusia di kawasan,’’ tambah Presiden SBY.
Di tengah-tengah kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dunia, tambah Yudhoyono, agar para Menlu dapat memenuhi harapan sesuai dengan kesepakatan yang telah dijalin para pemimpin ASEAN. ``ASEAN dapat mengkonsolidasikan posisi bersama dan memegang kendali dalam perdamaian, pembangunan dan kerjasama di Asia Tenggara dan di luar itu,’’ tegas Yudhoyono.
Setelah pertemuan ini, para menteri luar negeri ASEAN akan melanjutkan pertemuan dengan sejumlah negara mitra dalam Forum Regional ASEAN (ARF). Salah satu pejabat yang akan hadir dalam pertemuan ARF, yang juga di Bali, adalah Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dari Amerika Serikat.
[[Teror Bom]}
Ancaman bom terjadi saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bali dalam rangka membuka Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ke-44 ASEAN tersebut.
Ancaman teror bom itu terjadi pada dua titik, yaitu Pusat Perbelanjaan Hardys di Jalan By Pass Kediri, Tabanan, dan sebuah masjid di Kampung Jawa yang terletak di Jalan Kamboja, Tabanan. Ancaman teror bom itu dikirim melalui pesan singkat (SMS).
Ancaman itu pertama kali diterima oleh seorang karyawan Hardys. SMS itu menyatakan bom sudah dipasang di pusat perbelanjaan itu. Setelah mendapat SMS ancaman, sang karyawan segera melapor kepada atasannya yang kemudian diteruskan ke polisi.
Tak berselang lama, tim Gegana Polda Bali pun turun ke lokasi. Seluruh bangunan Hardys diperiksa secara teliti. Gegana pun menurunkan anjing pelacak untuk mengendus di mana lokasi bom itu diletakkan oleh si peneror. Namun, hasil penyisiran yang dilakukan di gedung berlantai dua itu tak ditemukan benda mencurigakan.
Teror bom kedua didapati oleh seorang pengurus Masjid Al Huda, Kediri, Tabanan. Laporan itu pun langsung diteruskan ke polisi dan Gegana segera mengecek ke lokasi. Namun lagi-lagi, tim Gegana Polda Bali tak menemukan hasil apapun.
Kapolres Tabanan, AKBP Anak Agung Sudana saat dikonfirmasi membenarkan tentang teror bom tersebut. ``Ya benar ada ancaman teror bom, namun hasilnya nihil,’’ kata dia saat dihubungi VIVAnews.com melalui telepon genggamnya.
Sudana melanjutkan, sat ini pihaknya sedang melakukan pengkajian internsif terhadap ancaman teror tersebut. ``Saat ini kami melakukan penyelidikan intensif. Belum diketahui apa motifnya. Kami juga masih melakukan pendalaman siapa pengirim SMS tersebut,’’ imbuh Sudana. (net/K-1)

SBY: ASEAN Jangan Sampai Tertinggal

