Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Nasional Ada Cost Politic, Bukan Money Politic

Ada Cost Politic, Bukan Money Politic

E-mail Cetak PDF

Dugaan Suap Kongres Demokrat

Jakarta, KP - Politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh membantah telah terjadi politik uang dalam kongres Partai Demokrat seperti yang dituduhkan oleh Mantan Bendahara Umumnya, Muhammad Nazaruddin. Menurut dia, yang ada hanya biaya akomodasi dan transportasi.
``Pada waktu itu saya menyusui, jadi saya tidak banyak terlibat. Dan soal money politic itu saya yakin tidak ada, tapi kalau cost politic seperti biaya transportasi, uang makan, saya yakin itu berlaku di kubu manapun juga pada waktu itu,’’ kata Angelina Sondakh saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7).
Angie juga membantah bila cost politik tim pemenangan Anas berasal dari dana APBN. Bahkan, menurutnya, mereka secara mati-matian mengumpulkan dana dengan iuran masing-masing sekitar Rp2 hingga Rp3 juta.
``Jadi uang transportasi itu kan variatif, tergantung daerahnya,’’ kata dia.
``Kalau dari Papua, uang tiketnya pasti lebih mahal, terus juga dari Manado. Kalau yang dari Jawa tentu juga lebih murah. Jadi sangat tergantung dengan wilayahnya. Jadi kalau soal uang makan ya relatiflah. Gak banyak kok, saya rasa sama di semua kubu.’’
Sebelumnya, Nazaruddin, melalui sambungan telpon secara blak-blakan menyatakan ada praktek politik uang dalam proses kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu. Terlebih, dia sebagai salah satu tim sukses Anas Urbaningrum menyebut pemenangan Anas juga tidak luput dari money politik.
[[Tak Penting}]
Sementara mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin semakin menjadi-jadi. Melalui sambungan telpon, Nazar menyerang kolega-koleganya di Partai Demokrat dengan tuduhan keterlibatannya pada praktek suap atau korupsi.
Namun demikian, bagi salah satu 'korban' Nazar, Angelina Sondakh menganggap nyanyian itu bukanlah hal yang penting. Oleh karenanya dia enggan menanggapi segala tuduhan tersebut.
``Saya rasa tidak penting untuk ditanggapi, biar masyarakat yang menilailah,’’ ujar Angie di gedung DPR RI.
Angie melihat keterangan-keterangan Nazaruddin mudah berubah. Mulai dari angka, tempat dan orang yang ia tuduh berubah. ``Artinya mungkin kalau orang yang bohong begitu ya, dia lupa sama cerita yang sebelumnya. Jadi saya rasa tidak penting lagi lah untuk ditanggapi,’’ ujarnya.
Angie sendiri merasa tidak terganggu dengan apa yang dilakukan tersangka kasus korupsi wisma atlet, Jakabaring, Palembang tersebut. Bahkan Angie mengatakan cobaan terberatnya adalah saat ditinggal pergi oleh suaminya, almarhum Adjie Massaid.
``Ya dinikmati saja. Kalau bagi saya gangguan jiwa saya sebenarnya ketika Mas Adjie pergi. Dan masalah ini sudah saya ikhlaskan, karena saya yakin strategi Allah lebih besar daripada strategi manusia,’’ ujarnya. (net/K-1)