Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Nasional Festival Pasar Terapung 2011, Belum ‘Cerminkan’ Kalsel

Festival Pasar Terapung 2011, Belum ‘Cerminkan’ Kalsel

E-mail Cetak PDF

Banjarmasin, KP – Festival Pasar Terapung 2011 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalsel dari 24-26 November 2011, dinilai budayawan masih belum mencerminkan ciri khas daerah ini sesungguhnya.
``Padahal ciri khas daerah kita ini adalah sungai, kenapa pemerintah tidak mengangkat budaya sungai itu,’’ kata budayawan Kalsel, Ajim Ariadi, kepada KP, di sela pembukaan festival Pasar Terapung 2011, Kamis (24/11), di depan Kantor Gubernur Kalsel.
Dikatakannya, padahal banyak sekali budaya sungai yang perlu diangkat dalam kesempatan festival ini, seperti keaslian pasar terapung Lok Baintan, orang memancing udang, atau orang yang melunta.
Budaya-budaya sungai seperti itu, mestinya ditampilkan dalam ajang satu tahun sekali tersebut. Hanya saja, panitia perlu menyiapkan jukung-jukung (sampan kecil,red) untuk para pengunjung yang ingin melakukan aktivitas jual beli.
``Dengan demikian budaya kita lebih kental lagi di mata pengunjung,’’ ujar Ajim.
Kendati demikian, lanjutnya, apa yag sudah ditampilkan dalam festival pasar terapung ini sudah mewakili budaya Kalsel. Banyak budaya daerah se kabupaten/kota yang disuguhkan cukup lengkap dan menarik.
Ajim berharap, kegiatan ini hendaknya berkesinambungan. Dan dijadikan ajang promosi untuk dikenal daerah lain, atau mancanegara. Akan tetapi, konsepnya perlu dirubah.
Sementara, salah satu pemilik stan pada Festival Budaya Pasar Terapung, Noor Latifah, mengemukakan, kegiatan ini diselenggarakan jangan hanya satu tahun sekali.
Dirinya sebagai pengusaha tour dan travel sangat mendukung festival seperti ini, karena merupakan salah satu ajang promosi kekayaan budaya Kalsel kepada wisatawan.
``Kita sangat bangga mempunyai kekayaan budaya, untuk itu perlu dilakukan berbagai promosi ke daerah lain,’’ ujarnya.
Pantauan {{KP}}, festival pasar terapung yang keempat kalinya digelar ini, tidak ada perubahan yang signifikan. Konsep yang dipakai Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata, masih sama seperti yang dulu.
Kegiatannya pun, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni pasar terapung, kampong Banjar yang stannya diisi oleh kabupaten/kota se Kalsel dengan menampilkan kuliner serta kerajinan tangan daerah masing-masing.
``Tidak ada perubahan setiap tahunnya sama seperti ini saja,’’ kata salah satu pengunjung.
Padahal para pengunjung yang kebanyakan dari Banjarmasin itu, mengharapkan ada konsep baru setiap tahunnya pada ajang festival buadaya pasar terapung tersebut.
Sepertinya kegiatan festival budaya pasar terapung tahun 2011 ini terkesan kurang promosi. Buktinya, dalam acara pembukaannya tidak terlihat seorang wisatawan domestic maupun mancanegara sebagai pengunjung. (ban/K-1)