Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Nasional Wagub : Tiga Hari Tak Cukup Promosi

Wagub : Tiga Hari Tak Cukup Promosi

E-mail Cetak PDF

Banjarmasin, KP – Waktu pelaksanaan Festival Budaya Pasar Terapung 2011 selama tiga hari, yakni dari 24-26 November 2011 tersebut, dipandang Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, tidak cukup untuk melakukan sarana promosi daerah.
Menurutnya, sebaiknya pelaksanaan festival tahun depan dilaksanakan selama satu minggu penuh. Kalau Cuma tiga hari, memang waktunya terlalu sempit dan kurang nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang ingin berkunjung.
``Ke depan kalau bisa satu minggu, seperti pecan budaya, akan lebih meriah,’’ ungkap Resnawan kepada wartawan usai membuka secara resmi FBPT 2011 di depan Kantor Gubernur Kalsel, kemarin.
Durasi festival yang lebih panjang menurut mantan walikota Banjarbaru ini akan berdampak positif pada peningkatan animo peserta dan masyarakat. Secara tidak langsung, lanjut dia, promosi pariwisata dan budaya Kalsel dapat sesuai dengan sasaran.
``Masyarakat yang terlibat akan lebih banyak. Targetnya agar Kalsel mempunyai identitas atau nilai tersendiri dengan daerah lain. Identitas ini yang kita pertahankan, jangan sampai hilang begitu saja dan generasi muda bisa
bangga dengan budayanya sendiri,’’ cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disbudporbudpar) Provinsi Kalsel, Mohandas HH, menolak anggapan jika pelaksanaan FBPT 2011 tak efektif.
Ia mengungkapkan, durasi selama tiga hari dinilai tetap efektif untuk memajukan dunia kepariwisataan Kalsel.  ``Buktinya stan pameran 13 kabupaten/kota penuh, pawai budaya saja sangat banyak. Peserta sangat antusias, masyarakat juga ikut memeriahkan,’’ ucapnya.
FBPT 2011 sendiri akan berlangsung hingga Sabtu (26/11). Ada beberapa kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Kalsel antara lain Kampoeng Banjar, atraksi budaya, dan Jukung Race.
Pembukaan sendiri berlangsung meriah dengan berbagai atraksi budaya dari beragam suku bangsa yang ada di Kalsel. Beberapa pejabat terkait juga hadir antara lain Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Direktur Sarana Promosi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Putu Ngurah, Sekdaprov Kalsel Muchlis Gafuri, Asisten II Bidang Pembangunan Setdaprov Kalsel Fitri Rifani, Wakil Walikota Banjarmasin Irwan Ashari, anggota DPD RI Sofwat Hadi, dan beberapa tokoh lainnya.
Seadanya
Di antara 13 stan kabupaten/kota di Kampoeng Banjar pada Festival Budaya pasar Terapung 2011. Stand Kota Banjarmasin terlihat seadanya, hanya sedikit dihiasi oleh makanan khas Banjar, seperti pundut nasi, kakoleh, surabi.
Sangat berbeda dengan stan daerah lainnya yang terlihat begitu siap, bukan saja cirri khas kuliner disajikan, melainkan kerajinan tangan daerah setempat pun mereka tampilkan.
``Kita dihubungi baru pukul 22.00 WITA, tadi malam (Rabu malam). Sebelumnya dikatakan Banjarmasin tidak memperoleh stan,’’ ucap penjaga stan Banjarmasin, mengutip alasan pihak Dinas Pariwisata setempat.
Padahal, pihaknya jauh hari sudah menyiapkan berbagai kuliner khas Banjarmasin, setelah mendengar tidak dapat stand berbagai menu pangan tersebut batal disiapkan.
Padahal tahun lalu stand Banjarmasin berhasil memperoleh juara kedua dalam festival tahunan tersebut. Ironisnya lagi, Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah ajang Festival Budaya Pasar Terapung. (ban/K-1)