• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Navigasi Banjarmasin Tebar 20 Titik Rambu Suar

Foto Ilustrasi. (net)
Foto Ilustrasi. (net)

Banjarmasin, KP – Kantor Navigasi Kelas II Banjarmasin melakukan pemasangan sejumlah rambu suar diwilayah Kalselteng sebanyak 20 titik.

Pemasangan rambu suar tersebut untuk keselamatan armada kapal yang berlayar di Kalimantan yang melintas diperairan Sungai Barito.
“Ada 20 titik rambu suar untuk wilayah Kalselteng untuk tahun 2016 kami tebar, tergantung permintaan, apakah cukup atau tidak jadi sesuai kebutuhan untuk arus lalu lintas kapal di sungai,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin Edy Sumardiono, kepada wartawan, Rabu (3/8) dikantornya.

Dijelaskan Edi, rambu-rambu ini tidak permanen, bisa saja usianya 5 sampai 10 tahun kembali diganti, namun sering rambu suar ini dicuri karena harga per unitnya merk Marline ini cukup mahal dimana harga setiap set rambu suar mencapai Rp35 juta.
“ Jadi lampu suar untuk kepentingan pelayaran kapal di wilayah Sungai Barito, Sungai Kahayan dan Sungai Kapuas serta perairan Kotabaru yang padat aktifitas berlayarnya,” katanya.

Biasanya untuk melakukan pemelihaaran pihaknya juga melakukan pemantauan dilapangan dan selama ini juga pihak ABK atau para agen kapal aktif melakukan laporan jika ada lampu suar yang rusak atau hilang. Bilang hilang akan dilakukan penggantian sedangkan bila lampu ini rusak karena tertabrak maka pihak agen kapal yang melakukan penggantian.

“Biasanya rambu-rambu suar ini kami tempatkan diwilayah dangkal atau tempat berbahaya lainnya seperti didaerah itu ada bangkai kapal yang belum terangkat kepermukaan karena fungsi rambu suar ini untuk keselamatan dunia pelayaran,’’jelas Edy.

Edy memastikan, proyek rambu suar yang dipasang Navigasi Kelas II Banjarmasin ini melalui proses lelang yang transfaran siapapun pengusaha bisa mengikutinya termasuk para pengusaha lokalan namun disayangkan pengusaha lokal banyak belum siap SDMnya.

“Secara nasional proses lelang rambu suar ini telah masuk LPSE, saya sangat yakin, proses lelang proyek lampu suar sangat transparan, dan tidak ada rekayasa, bahkan mencapai angka Rp20 sampai 30 miliar,” tegas Edy menipis anggapan lelang fiktip. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua