• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Nenek Ifau Dibunuh, Perhiasannya Digasak

DIBUNUH – Korban Fauziah alias Acil Ifau (65), yang ditemukan teweas dibunuh, Kamis pagi (11/8), sekitar pukul 10.30 WITA. Sementara kamarnya berantakan dan perhiasnanya digasak. (KP/Andui)
DIBUNUH – Korban Fauziah alias Acil Ifau (65), yang ditemukan teweas dibunuh, Kamis pagi (11/8), sekitar pukul 10.30 WITA. Sementara kamarnya berantakan dan perhiasnanya digasak. (KP/Andui)

BANJARMASIN, KP – Ketika berkunjung ke tempat orang tuanya, Nurlaila (41), terkejut melihat orang yang melahirkan dan merawatnya selama ini tewas bersimbah darah, Kamis pagi (11/8), sekitar pukul 10.30 WITA.

Korban adalah nenek bernama Fauziah alias Acil Ifau (65), ditemukan dengan kondisi mengenaskan di dalam rumahnya di kawasan Jalan Kuin Utara RT 12 RW 01 No 43 Banjarmasin Utara.

Selain itu, di kamar korban terlihat berantakan. Semua pakaian korban dalam lemaripun dikeluarkan.

Saat dicek harta benda korban seperti cicin emas, sepasang anting emas dan uang diperkirakan sebanyak Rp7 juta, raib dibawa kabur oleh pelaku.

Kejadian karuan menjadi `buah bibir’ (pembicaraan) warga sekitar, yang kemudian melaporkan ke Mapolsekta Banjarmasin Utara.
Sebelum, pihak kepolsiian tiba di lokasi, warga tak berani mendekat.

Tak lama, sejumlah anggota kepolisian dari POlsekta Banjarmasin Utara, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalse dan anggota Satuan Reskim Polresta Banjarmasin serta Tim Identifikasi POlresta Banjarmasin, datang.

Dari pantauan, sejumlah anggota masing-masing menanyakan kepada sejumlah warga untuk mengetahui kronologis kematian nenek Ifau.
Bahkan Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP ANdik Eko Siswanto SIk didampingi sejumlah anggotanya juga mencari para saksi.

Kemudianm, baru korban diangkat oleh anggota Emergency atau Rescue Gabungan atas perintah kepolisian untuk dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, guna dilakukan visum.

Dari keterangan Nurlaila, biasanya ibunya memberi kabar apalagi dirinya sering mengantar makanan buat orang tercintanya itu.
“Terakhir ketemu sekitar empat hari lalu. Memang selama tinggal di rumah sendiri, dan beberapa kali sudah kami sekeluarga pernah mengajak ibu tinggal bersama, tapi tak au,’’ ungkapnya.

Di lokasi, sang ibu tinggal dekat rumah keluarga.“Saya biasanya kalau ibu ingin atau pesan makanan sering mengantarkannya. Kenapa dalam empat hari tak ada kabar,’’ ujarnya lagi.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP ANdik Eko Siswanto SIk, kepada KP mengatakan motifnya masih didalami oleh anggota gabungan.“Semoga dalam waktu dekat pelaku bisa ditangkap,’’ ujarnya. (fik/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua