• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Nenek Mengaku Kuat Angkat yang Berat

10-- 2 klm 7 cm nenek

Palangkaraya, KP – Ada-ada saja alasan seorang nenek yang ketangkap simpan shabu. Ia mengaku menyabui biar kuat angkat yang berat.

Itu diungkapkan nenek Nurlaila Binti alias Paulus Rahail (54) di hadapan Hakim Ketua Rerung Patangloan yang didampingi hakim anggota Agus Maksum, pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) palangkararaya, Kamis (18/8).

Ia mengaku lemas bila tak konsumsi narkoba jenis shabu. Saat ditanya Ketua Hakim Majelis sudah berapa lama dirinya mengkonsumsi shabu tersebut.

Nenek menjawab sudah sejak hampir 2 tahun terakhir lamanya. Baru setelah konsumsi nenek merasa memiliki tenaga dikarenakan pekerjaan biasanya sampai lembur dan apabila terdakwa tidak mengkonsumsi shabu dirinya tidak dapat bekerja secara maksimal.

“Saya makai aja yang mulia, biar tidak cape saya pakai. Karena setiap,capek saya makai jadi kuat mengangkat angkat yang berat,’’’ kata nenek yang sudah memiliki 3 orang cucu, tanpa menjelaskan apa pekerjaannya kepada hakim.

“Jadi setelah kau konsumsi itu jadi kuat, sudah tidak lemas lagi,’’ tanya hakim kembali kepadanya.

Nenek tersebut mengakui kesalahan dan membenarkannya. Kepada terdakwa hakim bertanya apakah dirinya tidak menyesali perbuatan tersebut mengingat nenek tersebut sudah lanjut usia.

Sambil menangis nenek tersebut menjawab sangat menyesali perbuatannya.

Kembali hakim mengatakan kepada terdakwa hari-hari ini ada sekitar 60 orang yang meninggal setiap hari di Indonesia karena konsumsi narkoba.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mursidah membacakan dalam surat dakwaan terdakwa tertangkap pada Jumat 25 Maret 2016 lalu ditempat kediamannya Jalan Putri Junjung Buih III A nomor 25 Palangkaraya yang disaksikan Gandik Prasetyo Budi, Ariwijaya, Dadang Yumanto dan saksi Ardi Wijaya setelah melakukan penggeledahan dan penangkapan oleh Dit Resnarkoba Polda Kalteng terhadap terduga yang sebelumnya sudah mendapat informasi dari masyarakat.

Ditemukan barang bukti di dalam lemari berupa barang bukti 8 buah shabu dalam bentuk bungkusan dengan berat kurang lebih 4,58 gram.

Barang bukti lainnya ditemukan 4 buah buku tulis, 4 buah Amplop warna coklat, 4 lembar koran, 2 bundel plastik klip, 1 buah dompet warna kuning, 1 buah isolasi, 1 buah sendok sabu, 1 Buah handphone Nokia warna hitam, 1 buah sedotan dan 1 buah pipet kaca.

Barang haram tersebut didapat oleh terdakwa di Banjarmasin dari saudara supardi alias Yuyu yang masuk dalam jaringan daftar pencarian orang (DPO) Polda Kalteng.

Akibat perbuatan terdakwa kini ia terancam dalam tindak pidana pasal 127 ayat 1 huruf A UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sidang lanjutan perkara tersebut akan kembali digelar pada tanggal tanggal 25 Agustus mendatang. (nty/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua