• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Nenek saat Ingin Kencing Ditebas Lehernya

SADIS - Tersangka Frandi (25) (kiri) saat memperagakan adegan pertama ia menebas leher neneknya, Sitat alias Nenek Iyut (70). Semua tergambar pada rekonstruksi, Kamis (24/11). (KP/Junaidi)
SADIS – Tersangka Frandi (25) (kiri) saat memperagakan adegan pertama ia menebas leher neneknya, Sitat alias Nenek Iyut (70). Semua tergambar pada rekonstruksi, Kamis (24/11). (KP/Junaidi)

PARINGIN, KP – Kesadisan si cucu, Frandi (25) yang membunuh neneknya, Sitat alias Nenek Iyut (70) tergambar pada rekonstruksi, Kamis (24/11).

Rekosntruksi atau peragaulang berlangsung di rumah korban yang juga merupakan tempat tinggal tersangka, di Desa Kupang RT 01 Kecamatan Lampihong.

Ada 30 adegan, yang seluruh adegan bisa dilaksanakan sesuai isi Berkas Acara Periksaan (BAP tersangka dan berjalan dengan lancar. Semua saksi dari masyarakat juga berhadir.

Awal tersangka membunuh korban diperagakan pada adegan ke 10.
Saat itu korban berada di kamar mandi ingin kencing, dan tersangka menebaskan senjata tajam jenis mandau ke arah leher belakang sebelah kanan korban sebanyak satu kali.

Kemudian pada adegan ke 14, tersangka mengambil karung bekas pakan ternak dan kembali ke kamar mandi.

Lalu diadegan 15 tersangka memotong mayat korban menjadi lima bagian.

Bagian tubuh korban yang dipotong yaitu bahu tangan kanan, bahu tangan kiri, paha kaki kiri, paha kaki kanan dan kepala korban.
Pada adegan berikutnya, tersangka memasukan potongan tubuh korban ke dalam karung berurutan, mulai dari badan, kepala, kedua tangan dan kedua kaki.

Eksekusi terakhir, tersangka membuang karung berisi potongan tubuh korban ke sungai belakang rumahnya, adegan ini disaksikan oleh Riduan, tetangganya yang tengah memberi makan ayam di belakang rumahnya.

Tersangka lalu kembali ke kamar mandi dan menyalakan pompa air untuk membersihkan lantai yang bersimbah darah dengan disemprot sambil digosok-gosok menggunkan sikat kamar mandi.

Plt Kasat Reskrim Polres Balangan saat dikonfirmasi usai rekaulang mengungkapkan, pelaksanaan rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara sesuai laporan polisi.

Diungkapkan, motif dari tersangka membunuh dan memutilasi korban adalah karena sakit hati.

Ia sering dijadikan bahan pembicaraan oleh korban kepada tetangga bahwa cucunya (tersangka,red) itu tidak waras.

“Namun hasil pemeriksaan di psikiater RS Kandangan menyatakan bahwa tersangka sehat atau tidak mengalami gangguan jiwa,’’ ungkapnya.

Tersangka sendiri disangkakan pasal 340 sub pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman minimal 20 tahun penjara.

Pelaksanaan reka ulang dihadiri Wakapolres Balangan, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Sabhara, Plt Kasat Reskrim, Kapolsek Lampihong, Kasi Pidum Kejari Balangan beserta tim penasihat hukum tersangka, Camat Lampihong, Danramil Lampihong beserta 3 anggotanya, Kades Kupang, penyidik dan tim identifikasi, tim BPBD Balangan dan diamankan oleh 50 personil untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. (jun/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua