• Hari ini : Minggu, 25 Februari 2018

Oknum Mengamuk Terjaring Provost Polda di Diskotik

Banjarmasin, KP – Dua oknum polisi mengamuk, dan nyaris memukul anggota provost saat menggelar razia anggota di Tempat Hiburan Malam (THM) Grand Diskotik, Sabtu (21/10) dinihari lalu.

Kericuhan itu tak terduga itu terjadi saat sejumlah anggota dari Bid Propam, Pominal dan Provost Polda Kalsel menemukan oknum yang lagi menikmati hingar-bingar musik di salah satu ruangan Grand Diskotik.

Ketika ingin diperiksa, si oknum itu berontak hingga nyaris terjadinya pemukulan dengan anggota Provost. Namun kejadian yang sempaty menyita pengunjung lain itu bisa diatasi, kemudian petugas langsung menggiring dua oknum tersebut.

Dari keterangan, giat tersebut menjaring dua oknum berinisial N dengan pangkat Aipda yang disebut bertugas di Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dan dan R dengan pangkat Bripka yang bertugas di wilayah Polresta Banjarmasin.

Dan hingga Senin (23/10), oknum yang berhasil diamankan tersebut masih dalam pekeriksaan. Bahkan hasil tes urine kedua oknum itu disebut positif.

“Masih diperiksa kok, dan nantinya diserahkan ke Ankumnya (atasan yang berhak menghukum, red) dimana oknum itu bertugas,’’ kata salah satu anggota Pominal, ketika ditanya {[wartawan]}, kemarin.

Hal senada diungkapkan sejumlah anggota Provost Polda, yang menyebut hasil tes urine positif.

Informasi dihimpun, giat tersebut digelar pada dua tempat yakni diskotik di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) di Jalan A Yani Km 3,5 dan Grand Diskotik di kawasan Antasari Banjarmasin.

Ketika ditanya wartawan, Kabit Propam Polda Kalsel AKBP Decky, melalui Kasubdit Provost Kompol Yacop tidak membantah adanya giat dan mengamankan dua oknum tersebut, dan kasusnya masih dalam pemeriksaan. Keterangan lain, razia terhadap oknum yang atas perintah Kapolda, dan itu akan terus berlanjut.

“Untuk giat di HBI saat itu, sepertinya keburu ketahuan oleh oknum, dan tak ada hasil. Kedua oknum yang terjaring saat berada di Grand Diskotik,’’ tambah anggota lainnya.

Terhadap oknum yang terjaring, setelah pemeriksaan diserahkan ke masing-masing dimana bertugas dan setelah seminggu kemudian, diperiksa ulang di Provost Polda untuk dibuat Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

“Ada kemungkinan selama pemeriksaan, juga masuk sel dan dilakukan pembinaan,’’ jelas anggota.

Untuk saat ini, ada sekitar 10 oknum yang di sel dan dilakukan pembinaan akibat melakukan pelanggaran disiplin dalam tugas saja, bukan lantaran ke THM atau terlibat narkoba.

Sedangkan yang terlibat obat terlarang seperti Iptu Mahmuda, penanganannya dilakukan penyidik Dit Reskrimum, yang hingga kini masih dalam proses. (k-4)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua