• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Oknum Sabhara Polda ‘Overacting’

9-2-klm-foto

BANJARMASIN – Oknum anggota Dit Sabhara Polda Kalsel, diduga overacting (kelewat batas penampilan,red) dan dilaporkan ke Dit Reskrimum dan ke Provos.

Semua atas dugaan main pukul dan dilaporkan atas penganiayaan oleh dua orang ke Dit Reskrimum.
Dari keterangan, Minggu (20/11), pertama Edo (14) dan kemudian menyusul hal sama dilaporkan oleh Eko.

Keduanya didampingi penasihat hukum, Puji Setia SH.

Kejadian, Minggu (20/11) dinihari sekitar pukul 03.30 WITA. Edo saat itu, lesu usai dimintai keterangan penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Edo, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) datang ke Polda membuat laporan atas pemukulan dan pengeroyokannya yang diduga dilakukan oknum Sabhara Polda Kalsel, dismapingi sang ibu, Norsidah.

Edo, kepada aw3ak media menjelaskan kronologis pemukulan dan pengeroyokan menimpa dirinya.

Diirnya tidak tahu masalahnya, sebab pada saat itu bersasama teman yang masing-masing mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Gatot Subroto dan melihat ada beberapa orang diduga polisi, tapi berpakaian preman mencegat setiap sepeda motor yang lewat dan kemudian memukulinya.

Takut menjadi sasaran pemukulan, Edo yang ingin menuju pulang mencoba menghindar, namun tetap dikejar hingga dipukuli yang mengakibatkan luka lebam di bagian wajah, tangan dan tubuh rasa remuk karena di injak-injak.

“Saya mencoba menghindar tapi dari depan ada dua orang naik motor scoopy melemparkan helm ke wajah saya, membuat saya melayang dan jatuh, setelah itu mereka pukuli dan injak-injak,’’ papar Edo.

Tak lama kemudian, ada lagi membuat laporan dan yakni Eko, yang diduga dilakukan oknum Dit Sabhara Polda Kalsel.

Ia merasa yakin oknum anggota Sabhara, karena kalau dari masyarakat biasa tidak mungkin berani melakukan pemukulan apalagi dengan cara mencegat setiap pengendara motor yang lewat.

Bahkan, mengenali wajah-wajah oknum yang memukul dan mengeroyoknya, kebetulan pernah sama-sama jadi calon bintara.

Dulunya sama-sama masuk polisi pada tahun 2014, namun dirinya tak diterima.

Apalagi lanjut Eko, ada seseorang yang ia kenal berinisial A merupakan teman atau kenalannya pada saat sama-sama masuk polisi.

“Saya kenal dengan si A itu dan dia juga ada disana, bahkan ketika saya dipukuli sempat meminta tolong dan mengatakan kalau aku temannya A, namun tidak dihiraukan,’’ kata Eko.

Eko warga Jalan Gerilya Kelayan B, ini bukan hanya menderita luka di bagian wajah, namun sepeda motor miliknya juga hancur.

Eko menceritakan bahwa saat itu ia datang dari Jalan A Yani kemudian masuk Jalan Gatot mencari box ATM, kebetulan dekat box ATM tepatnya depan rumah makan asian ia melihat ada beberapa orang melakukan pemukulan.

Dia coba menghindar tapi tetap dicegat dan  langsung dipukul dan merusak sepeda motor miliknya.

“Saya belum sempat membuka helm untuk menanyakan ada apa, tapi sudah dipukul sambil memaki-maki dengan mengatakan apakah kamu geng motor, dan saya tidak sempat menjawab karena terus dipukul dan diinjak-injak,’’ jelas Eko. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua