Oktober 2017, Guru TK Dapat Honor Daerah

ditulis pada 27 Mei 2017
BUPATI TABALONG – Saat menghadiri HUT IGTKI di Kabupaten Tabalong belum lama ini.

BUPATI TABALONG – Saat menghadiri HUT IGTKI di Kabupaten Tabalong belum lama ini.

Tanjung, KP – Pemerintah Kabupaten Tabalong memastikan sebanyak 140 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dari total 460 orang tenaga honorer di wilayahnya akan mendapatkan insentif yang tahun sebelumnya telah pernah diberikan.

Dari data yang ada, direncanakan tiap-tiap tenaga honorer tenaga pendidik atau non Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut akan medapatkan insentif Rp550 ribu perorang perbulan, yang akan diberikan pada 1 Oktober 2017 nanti.

Hal itu, diungkapkan Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, dalam sambutannya saat acara HUT ke-67 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), belum lama tadi di Tanjung.

Menurut Anang, pihaknya akan mengupayakan untuk menyamakan insentif semua guru TK di Tabalong, karena sampai saat ini dari 700 lebih jumlah guru TK dan yang menerima insentif baru 460 orang diluar guru PNS, dan sisanya sekitar 140 lebih belum menerima insentif.

“Saya pastikan terhitung mulai 1 Oktober 2017 semuanya akan menerima honor daerah yang sama yakni Rp550 ribu,” ujarnya.

“Sampai saat ini, di semua wilayah Kalimantan Selatan insentif guru TK yang tertinggi adalah di Kabupaten Tabalong,” ungkap Anang.

Tak hanya itu, pada 2018 nanti, lanjut Anang honorer guru-guru TK juga akan dinaikannya. Namun, berdasarkan kriteria masa bhakti.

“Jadi para guru yang masa kerjanya lebih lama tentunya akan beda insentifnya,” ujarnya.

“Saya pastikan juga kebijakan ini tidak ada kaitannya dengan politik ataupun menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun, sudah menjadi kewajiban kami sebagai pemimpin untuk memperhatikan masyarakat,” tegas Anang.

Selebihnya orang nomor satu di Kabupaten Tabalong ini juga memastikan, pihaknya saat ini tidak akan menambah honor daerah untuk guru TK.

Namun, Bupati Anang juga meminta pihak Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan ulang guru TK, sehingga bila ada sekolah TK yang kelebihan guru, maka akan digeser kesekolah yang masih kekurangan guru.

“Bila hasil pendataan memang terdapat sekolah yang kurang guru, maka baru kita adakan penerimaan guru TK baru,” demikian pinta Anang.

Terkait hal itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupatten Tabalong Drs H Darwin Awie M.Si, menyambut baik rencana pemerintah daerah untuk mensejahterakan para guru honorer atau non ASN.

“Asalkan keuangan daerah mampu, dan bermanfaat untuk masyarakat, kami dari DPRD Kabupaten Tabalong tentunya akan selalu mendukung,” sebut Darwin. (ros/hms/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.