• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Oktober Cegah Massal Penyakit Kaki Gajah

KP/Ist  Filariasis.
KP/Ist
Filariasis.

Batulicin, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan melakukan pemberian obat pencegahan massal (POPM) kepada masyarakat. Kegiatan ini  di gelar menyusul  masuknya bulan pencanangan Eliminasi kaki gajah (filariasis) yang dilAksanakan  secara nasional mulai tanggal   1 hingga 30 Oktober nanti. Kegiatan  tersebut  di lakukan secara serentak di berbagai kecamatan degan tujuannya  untuk menyelamatkan masyarakat dari penularan penyakit pembengkakan kaki secara permanen.

“Melalui bulan pencanangan  dirangkai dengan pemberian obat  pencegahan massal  diharapkan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu benar benar akan  terbebas dari penyakit kaki gajah,” ujar  Sekretaris Daerah Kab Tanbu  Drs. Said Akhmad saat membuka Rapat Kesiapan bulan pencanangan Eliminasi kaki gajah di ruang Rapat Setda Kamis (15/09) .

Sekda menambahkan, untuk menjangkau target sasaran  pemberantasan penyakit  itu diperlukan sosialisasi secara berantai,  terutama  peran  Dinkes setempat melalui Puskesmas yang tersebar di tiap Kecamatan “Sebelum melakukan POPM itu, pihak medis terlebih dahulu memberikan pengertian kepada  masyarakat atas manfaat obat tersebut, sehingga masyarakat banar banar mengetahui dan  sadar betapa pentingnya pemberian obat pencegahan penyakit yang harus  di antisipasi sejak dini,”tambahnya . Adapun terkait sosialiasi itu lanjut sekda, tidak hanya peran Dinkes  maupun Puskesmas saja namun  Kepala Desa sebagai  garda terdepan diwilayahnya agar bisa menghimbau masyarakat di lingkungannya untuk berpartisipasi mensukseskan kegiatan tersebut.

Selain itu untuk lebih efektipnya , peran Dinas Pendidikan juga tak kalah penting dalam mendukung suksesnya pencegahan tesebut. Kenapa demikan  kegiatan POPM nantinya harus  menyasar pada anak siswa sekolah, karena  generasi pertama  yang harus diselamatkan adalah anak siswa sekolah. “Sasaran minum obat secara serentak di tiap sekolah dirasa sangat tepat, sebab jika  menunggu anak siswa minum obat pencegahan ke Puskesmas dipastikan kurang efektif.

logikanya anak yang sakit saja kadang susah di ajak ke puskesmas apalagi kalau merasa tidak sakit.” ungkapnya. Pada  kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu melalui   Kabid  pengendalian masalah kesehatan H. Rakhmatullah menjelaskan, Filariasis muncul akibat dari penularan cacing filaria yang di tularkan oleh berbagai jenis nyamuk.

Di Indonesia menetapkan eliminasi Filariasis sebagai salahsatu prioritas nasional dalam pengendalian penyakit menular.  Tahun 2002 hingga 2014 telah ditemukan 418 kasus di Kabupaten kota se indonesia. Kemudian 241 diantaranya merupakan daerah endemis filariasis dengan resiko penularan yang cukup tinggi. Untuk mengetahui potensi tinggi atau rendahnya  endemis di wilayah Kabupaten Tanah  Bumbu, maka pada tahun 2005 telah dilakukan survey darah jari di dua Kecamatan yakni Batulicin dan Kusan Hulu.

Dari survey tersebut  di dapatkan kepadatan Microfilaris (MF Rate) di masing-masing Kecamatan. Dan terbukti hasil survey wilayah di dua Kecamatan tersebut berada  pada MF Rate 1,39% dan 2,49% dan itu  termasuk sebagai endemis filariasis.

Berdasarkan ketentuan Menkes bila hasil survei diatas 1 % MF Rate maka wilayah Kabupaten itu wajib melakukan POPM. “dengan melakukan POPM tersebut diharapkan dapat menurunkan MF Rate di wilayah kita dan kedepannya POPM berhasil mencapai eliminasi filariasis indonesia  pada tahun 2020 ,”pungkasnya. (rel/han)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua