• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Operasi Gabungan Temukan 103 Kaleng Sarden Mengandung Cacing

BUNTOK, KP – Saat menggelar operasi gabungan terhadap peredaran makanan dan minuman di kota Buntok, Rabu (4/4) tim terdiri dari Disperindagkop Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Kesehatan dan Polres Barito Selatan menemukan 103 ikan kaleng (sarden) mengandung cacing.

Ditemukannya makanan kaleng tidak layak konsumsi itu saat tim menyinggahi beberapa toko di kawasan plaza beringin serta disejumlah mini market, agen dan distributor penjual makanan dan minuman di kota Buntok.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Barito Selatan, Junaidi kepada KP, Kamis (5/4) membenarkan seiring ditemukannya ikan kaleng sarden mengandung cacing tersebut.

Penertiban yang dilakukan pihaknya, sebut dia, berdasarkan surat edaran dari Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) pusat, bahwa 27 produk ikan kaleng berbagai merek tidak boleh diperjualbelikan di pasaran dan harus ditarik dari peredaran, termasuk sarden.

“Hal tersebut lantaran beberapa waktu lalu BPOM menemukan parasit cacing dalam berbagai produk ikan kaleng dimaksud,” ujarnya.

Menurut Junaidi, selain menemukan 103 ikan kaleng mengandung cacing, tim gabungan pada hari itu juga menemukan 53 makanan minuman yang kemasannya rusak serta 36 kadaluarsa.

“Seiring hal ini kita mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menjual lagi produk ikan kaleng mengandung cacing tersebut sekaligus membuat surat pernyataan ditandatangani,” katanya.

Sekedar diketahui, dari 66 merek ikan makarel dalam kaleng yang terdiri dari 541 sampel ikan, ada 27 merek yang positif mengandung parasit cacing.

Kemudian dari 27 merek tersebut, 16 di antaranya merupakan produk impor dan 11 merek merupakan produk dalam negeri. Berikut 27 sarden tersebut, ABC, ABT, Ayam Brand, Botan,Cip, Dongwon, DR. Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, Lsc, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, dan TLC. (adi/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua