Islam menghendaki para pemeluknya untuk hidup damai dan sejahtera tapi sesuai tuntunan yang diajarkannya, karena itulah umat Islam harus berhati-hati dalam menata kehiduan di muka bumi ini. Bagi mereka yang berjalan sesuai tuntunan agama sudah pasti akan mendapat keselamatan di akhirat kelak, sebaliknya bagi orang yang melanggar ajaran agama pasti akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Oleh karena ini perlu kiranya menjadi perhatian kita semua momentum pergantian tahun hijriyah ini dijadikan sarana introspeksi diri agar kita dalam melangkah ke depan tidak akan tersesat dan membahayakan.
Perlu kiranya menjadi perhatian kita semua bahwa hidup ini akan terasa indah dan nikmat sekali jika umat Islam memahami hal-hal seperti dunia bukanlah tujuan hidup, tapi ada negeri akhirat sebagai tujuan akhir. Dunia itu hanyalah sementara, tidak ada keabadian di dalamnya. Jadi yang kita kejar adalah sesuatu yang semu.
Namun sayang banyak orang yang salah memilih, mereka mengejar dunia dengan luar biasa, seakan waktu 24 jam dalam sehari semalam terasa masih kurang, akibatnya mereka lupa dengan kehidupan akhirat, perintah agama tertinggalkan, sementara larangan agama mereka langgar, yang penting masalah dunia mereka dapatkan, seakan hidup ini untuk selamanya.
Semestinya mereka harus menyadari bahwa apapun yang ada di dunia, baik yang kita cintai maupun yang kita benci pasti akan meninggalkan kita, dan juga akan kita tinggalkan, karena ingatlah bahwa ada akhir dari mehidup di dunia. Oleh karena itu seharusnya janganlah melupakan kehidupan akhirat, karena kehidupan akhirat itulah tempat kita tinggal selama-lamanya, sedangkan di dunia, baik berupa kesengsaraan maupun kebahagiaan adalah hal sementara dan pasti kita lewati kalau sudah sampai waktunya nanti.
Lebih parah lagi bahwa sekecil apa pun amal dan perbuatan kita di dunia ini baik yang buruk maupun yang bagus, maka nantinya pasti akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, kita akan ditanya untuk apa harta yang diberikan Allan, digunakan untuk apa umur panjang kita dan lain sebagainya. Hal ini hendaknya menjadi bahan renungan dan instrospeksi diri dalam melangkah mengawali tahun baru 1431 hijriyah ini.
Oleh karena itu banyak hal yang harus kita lakukan, dalam memanfaatkan momentum hijriyah ini, terutama bagaimana kita berupaya memperbaiki diri agar bisa lebih bagus lagi di masa-masa yang akan datang.
Kita merasa sedih melihat kehidupan di masa sekarang ini yang sebagian kita sudah melakukan berbagai tindakan menyimpang dari tuntunan agama, sehingga terjadi kebohongan, ketidakjujuran, kecurangan, penipuan, kemaksiatan dan lain sebagainya. Hal ini tentu akan merusak tatanan kehiuduupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yang pada gilirannya masyarakatlah yang sangat dirugikan.
Mari kita bertekad untuk mengembangkan hidup jujur, kalau masing-masing kita mau melakukan kejujuran, tentu kehidupan ini akan terasa nyaman dan terhindar dari hal-hal yang menjengkelkan dan menyeramkan.
Ingat, bahwa jujur itu sedikitnya mencakup tiga hal, yaitu jujur dalam perkataan dan menepati janji. Kemudian jujur dalam niat disertai keikhlasan dan tidak mau melanggar hujun. Selanjutnya jujur dalam sifat, sikap dan tindakan serta tidak mau bebuat merugikan orang lain. Orang yang jujur dalam niat, jujur dalam ucapan, jujur dalam sikap dan perbuatan merupakan teladan dalam kehidupan. Sebaliknya berbohong atau dusta pada dasarnya mengkhianati diri dan menjerumuskan kepada kejahatan.
Mari kita bersama-sama hijriyah dari semua larangan Allah, salah satunya melestarikan kejujuran dan menjauhi praktik dusta atau kebohongan. Semoga kita menjadi hamba Allah yang jujur niat, jujur ucapan dan jujur perbuatan, sehingga menjadi teladan dan insan kepercayaan masyarakat sekitar.
