Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Opini Publik Pembelajaran Matematika di Tahun 2010

Pembelajaran Matematika di Tahun 2010

E-mail Cetak PDF

Memasuki tahun baru kali ini ada baiknya kita berprinsip dalam matematika seperti garis linear yang semakin hari semakin menanjak baik. Tidak seperti roda pedati yang kadang–kadang di atas dan suatu saat ada di bawah. Prinsip roda pedati dalam kehidupan kita buang jauh–jauh. Kita harus optimis dalam segala hal termasuk dalam dunia pendidikan.

Pilkada
Di banua kita Kalimantan Selatan, ada hal yang menarik untuk kita cermati yang berhubungana dengan pembelajaran matematika. Di antaranya diselenggarakannya Pemilukada atau Pilkada Gubernur, Walikota atau Bupati di Kalimantan Selatan dalam waktu yang tidak lama lagi. Apakah ada hubungan antara pembelajaran matematika dengan pemilihan Kepala Daerah? Atau paling tidak, adakah hubungan antara Matematika dan Demokrasi?

Dalam orasi ilmiah, pengukuhana Guru Besar di Universitas Lambung Mangkurat beberapa waktu yang lalu, Prof. Dr. Sutarto Hadi, mengatakan matematika diperlukan dalam berdemokrasi. Matematika diperlukan untuk meredam aksi anarkis para pendukung calon pemimpin yang kalah bertarung dalam pilkada.

Dari sejumlah bakal calon, belum ada yang benar–benar peduli terhadap pendidik/guru matematika. Padahal matematika salah satu mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional pada setiap jenjang dan jenis peniddikan disuatu sekolah.

Bagaimanapun, guru yang mengajar matematikaa dan mata pelajaran lain yang ikut di UN-kan pastilah berbeda dengan guru yang mengajar bukan mata pelajaran yang diujikan secara Nasional. Tentulah guru yang bersangkutan mempunyai beban yang berat, apalagi bila ada siswa yang tidak lulus hanya karena nilai matematika belum memenuhi standar kelulusan.

Di tingkat Provinsi, Kabupaten dan kota memang sudah terlihat kepedulian mereka akan dunia pendidikan secara umum. Tetapi, sekali lagi, tetapi kepedulian secara spesifik belum kelihatan. Umpamanya guru yang mengajar mata pelajaran yang di– UN-Kan diberi berbagai kemudahan dalam melaksanakan tugas profesinya.

Mungkin beberapa hari kedepan, akan ada pernyataan kepedulian terhadap guru mengajar mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional, terutama matematika.

Andai ada calon Gubernur/ calon Wakil Gubernur, calon Bupati/Wakil Bupati, maupun calon Walikota/wakil walikota peduli dengan pembelajaran matematika, pastilah mulai tahun 2010 ini pembelajaran matematika dan mata pelajaran lain yang diikutkan dalam Ujian Nasional akan semakin bermutu.

[{Ujian Nasional}]
Di awal tahun 2010 sampai pertengahannya termasuk dalam proses belajar mengajar di tahun pelajaran 2009-2010. Pada periode ini dilaksanakann Ujian Nasional, yang pelaksanaannya lebih awal dari tahun sebelumnya, dimulai dengan Ujian National SMA di bulan Maret. Ditengah pro kontra perlu tidaknya Ujian Nasional, kita sambil sisi positifnya. Matematika memang menjadi momok bagi siswa, meskipun tidak bagi semua siswa. Buktinya ada saja siswa disekolah tertentu yang nilai matematikanya nyaris sempurna yaitu 10.

Dibanding dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini Ujian Nasional  untuk mata pelajaran matematika jauh lebih siap. Kesiapan ini ditandai dengan adanya Diklat Pemantapan guru mata pelajaran  yang di–UN-kan, salah satnya matematika. Kurang lebih seratus orang guru se Kalimantan Selatan, dengan fasilitator yang ditunjuk Dinas Pendidikan Tingkat I Kalimantan Selatan, dengan fasilitator yang ditunjuk Dinas Pendidikan Tingkat I Kalimantan Selatan, bersiap diri mengantarkan kesuksesan siswa pada Ujian Nasional nanti. Banyak prediksi soal yang diberikan kepada siswa yang mirip atau sama dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Sertifikasi Guru
Dalam suatu pertemuan guru matematika di Kalimantan Selatna, diketahui bahwa mereka sudah banyak yang dapat tunjangan sertifikasi Pendidik. Gaji mereka cukup besar, apalagi kalau sudah PNS (Pegawai Negeri Sipi). Sebagaimana dikemukakan Bapak Drs. H.Metroyadi, SH,M.Pd, salah seorang  Pejabat di Dinas Pendidikan kota Banjarmasin, bahwa gaji guru tidak sedikit. Dulu, ketika belum ada Undang–undang tentang Guru dan Dosen, gaji guru penuh dengan air mata. Tetapi kini, dengan berlakunya UU No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, gaji guru penuh dengan mata air. Selain mendapat gaji rutin, tunjangan  sertifikasi, guru juga mendapat tunjangan lainnya. Karena itu guru hendaknya mempunyai komitmen yang tinggi terhadap profesinya.

Perhatian yang besar terhadap guru, dengan adanya Undang – Undang yang menyatakan guru harus bersertifikat  Pendidik, merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah SBY-Boediono dalam bidang  pendidikan. Perhatian yang sungguh-sungguh dan besat ini tentu saja mendapat dukungan dari anggota DPR.

Di beberapa daerah terdapat anggaran pendidikan yang sudah melebihi target  Nasional, lebih dari 20%. Bahkan ada daerah tertentu yang menggariskan pendidikan untuk siswa disekolah, walaupun berbagai pihak tidak setuju dengan istilah pendidikan gratis ini, paling tidak ada kontribusi positif Pemerintah Daerah terhadap dunia pendidikan. Dan isue pendidikan gratis ini salah satu target yang ditawarkan calon pemimpin dalam Pilkada.

Perubahan Paradigma
Telah terjadi perubahan paradigma yang sudah ada dan diperkirakan akan terus berlanjut dan tentu saja akan semakin baik. Perubahan yang dimaksud adalah adanya paradigma baru, bahwa pembelajaran matematika tidak lagi berpusat pada guru, tetapi berpusat pada siswa. Perubahan ini ditandai dengan adanya berbagai metode dan model dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan cara Non Konvensional, Muping  Kelas, Lesson Study dan Penelitian Tindakan kelas merupakan contoh nyata perubahan paradigma itu.

Pembelajaran bermakna mestilah dilaksanakan.Kita hindari pembelajaran yang tidak bermakna. Pembelajaran bermakna dapat dilakukan dengan Komputer maupun dengan Internet.

Disamping itu akan banyak Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilakukan guru matematika. Andai saja mereka mau menulis, pastilah banyak guru matematika sebagai peneliti di kelas. Banyak melakukan penelitian dikelas, hampir bisa dipastikan, karena hal ini berguna untuk usul kenaikan pangkat. Terutama dari Golongan IV/Pembina. Bahwa  ntuk sampai ke golongan lebih tinggi tidaklah terlalu sulit, kalau sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selain itum diharapkan mau menuliskan ide dan pemikiran mereka di media masa. Bila mereka mau menulis, tentulah  mereka dapat dikelompokkan sebagai kelompok pemikir atau intelektual. Banyak permasalahan atau ide – ide tentang pembelajaran matematika, yang semestinya ditulis oleh guru matematika itu sendiri. Karena selama ini permasalahan seperti ini (Pendidikan/Pembelajaran Matematika) banyak ditulis oleh orang yang tidak berlatar belakang matematika. Permasalahan matematika mestinya ditulis oleh orang lapangan, orang  yang mengetahui permasalahan sebenarnya.

Peran Guru Matematika

Peran guru matematika diharapkan akan semakin banyak dalam segala segi kehidupan. Guru matematika menjadi Ustadz? Adalah Bapak Wahyudi Ibnu Yusuf dan Bapak Ahsanul Huda, yang sering tampil memberikan ceramah agama di Televisi Lokal Kalimantan Selatan. Mereka berdua memang guru matematika di sekolah, yang penguasaan agamanya cukup baik.

Atau mereka yang turut serta di bidang Pemerintahan  dan Birokrasi. Seperti Sekretaris pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, anggota DPRD, Kepala Sekolah/Kepala Madrasah, SMK, Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah, Dosen IAIN, serta Widyaiswara.

Kita berharap tahun ini, 2010, pembelajaran matematika akan semakin baik dan bermutu. Matematika akan menjadi pelajaran yang disenangi siswa. Kehadiran guru matematika akan menjadi motivator disegala kehidupan. Selamat tahun baru!