Sebagaimana yang kita ketahui Lembaga Pendidikan Islam tertua ini telah banyak melahirkan tokoh-tokoh Islam dan para pejuang Nasional dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan NKRI dimasa revolusi hingga kini. Pondok pesantren sebagai basis perjuangan bangsa dalam mengusir kolonial penjajah. Oleh karena itu dari dulu hingga kini kiprah pondok pesantren sebagai gerda terdepan dalam memajukan, mencerdaskan dan mengembangkan potensi umat. Khususnya meningkatkan iman dan taqwa serta penguasaan sains dan teknologi.
Opini Penyesatan Barat
Di balik efek negatirf terhadap Islam dan umatnya akibat tragedi yang popular disebut Nine Eleven. Dengan serta merta Islam diidentikkan dengan teror dan umat Islam dimana-mana jadi tertuduh sebagai teroris. Pemeriksaan, penawasan terjadi dimana-mana termasuk pula institusi Pendidikan Islam semisal Pondok Pesantren. Berbagaipihak yang pro Amerika berkeinginan agar Bab Jihad yang selama ini terdapat dapatliteratur fiqih Islam agar dihapuskan. Alasan kelompok liberal ini, karena jihad diidentikan dengan perlawanan dan perjuangan. Pemaknaan sempit tentang jihad ini tentunya sangat merugikan umat Islam. Jihad tidak ada kaitannya dengan terorisme. Justru negara-negara kafir baratlah yagn merupakan teroris global.
Sampai hari ini negeri-negeri Islam masih terus terjajah, ditindas bahkan aksi pembunuhan masih terus dikobarkan khususnya Israel dan didukung oleh sekutu-sekutunya dalam menjajah dan menindas umat Islam Palestina.Negara-negara kafir barattak henti-hentinya mencabik-cabik negeeri-negeri kaum Muslimin, Seperti Afghanistan, Irak, Iran, Muslim di Pakistan, Kashmir, Patanio, dan negeri-negeri Muslim lainnya. Fakta membuktikan pasca serangan 11 September dan seragnan di Pantagon justru diotaki bangsa Amerika sendiri. Dihancurkannya Iraq dengan alasan adanya aktivitas pengembangan nuklir juga tidak terbukti. Jadi jelaslah bahwa teroris abadi adalah negara-negara kafir barat sendiri.
Sejak dekade 70-an, Amerika memang telah merekayasa opini umum internasional dan regional (di Amerika) untuk melawan terorisme seperti yang kita saksikan dan menyerang orang atau kelompok organisasi Islam yang dicap (tertuduh) sebagai teroris. Amerika dengan agresifnya melakukan generalisasi sifatterorisme terhadap negara-negara yang merintanggi kepentinan-kepentingan Amerika seperti,China, Libya dan lainnya; juga terhadap banyak gerakan Islam seperti TanzhimulJihad, Hammas, dan Jama’ah Islamiyah di Mesir, serta FIS di Aljazair, dengan memanfaatkan peristiwa-peristiwa pemboman yang terjadidi Palestinantuk melawanb Yahudi. Mantan Menlu Amerika George Schultz berkata, ``para terorisme itu, bagaiamanapun juga merekaberusaha melarikan diri, tetap takakan dapat menyembunyikan diri’’.
Oleh karena itu, hampir-hampir tak ada satu pun gerakan Islam yang ada saat ini, kecuali harus siap-siap dicap sebagai teroris oleh Amerika.Begitu pulacap ini pun bahkan tak dapat dihndarkan oleh gerakan-gerakan dan partai-partai Islam yang sama sekali tidakmenggunakan kekerasan untuk mencapai target-targetnya. Sebab Amerika telah menganggap bahwa aktivitas tiap gerakan, partai, atau negara yang menyerukan kembalinya Islam adalah aksi teroris yang dianggap bertentangan degnan Undang-Undang Internasional. Amerika dan negara-negara kafir barat telah membentuk koali-internasional untuk menentang Islam dengan alasan bahwa pemikiran keIslaman (Islam ideologis) melahirkan kaum teroris. Oleh sebab itu terdapat tiga sasaran utama dalam strategi Amerika terhadap Dunia Islam : Pertama, Menumpahkan darah hukum Muslim dengan tingkat yang paling bengis, memerangi kaum Muslim dengan bangga, dan memberikan stigma negatif serta alasan picik terorisme.
Kedua, Menghina secara terang-terangan kaum Muslim dalam keimanan dan keyakinannya terhadap Dienul Islam. Ketiga, menyerukan pengubahan makna-makna nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah shohih serta ijma shahabah. Amerikan memerangi negeri-negeri Islam sesungguhnya dalam rangka mengikis terorisme yang mereka skenariokan sendiri. Langkah Amerika dan negara-negara kafir barat dalam memerangi kaum Muslim diseluruh dunia pada hakikatnya menguras dan mengambil alih kekuasaan negeri-negeri Islam ke dalam emperium barat. Selanjutnya menancapkan pemikiran kufur demokrasi kapitalis untuk memukul dan mematikan keimanan dan kecintaan kaum Muslim terhadap Islam.
Starategi Amerika yang jutu antara lain, pertama, memerangi kaum Muslimin dengan sungguh-sungguh dan berupaya menutup-nutupi niat busuk kafir barat. Kedua, berupaya melakukan penyesatan opini bahwa Islam adalah teroris, ajaran Islam penuh kebusukan dan Amerika secara licik dan halus memalingkan umat Islam dari akidah Islamiyah sehingga jiwa-jiwa kaum Muslimin semakin mandul dan perlahan hancur. Ketiga, Memalingkan makna-makna Islam dengan menggunakan lisan para ulama suu, tentunya ulama yang telah terkontaminasi oleh virus-virus ideologi kafir barat. Seperti, liberalisme, kapitalisme, HAM, demokrasi sekularisme, Pluralisme dan sebagainya.
Penutup
Dari paparan diatas jelaslah begitu banyak kebusukan negara kafir barat dalam mengokohkan peradaban dan pemikiran kufurnya terhadap kaum Muslimin. Terlebih lagi kini mereka pun mengacak-acak lembaga-lembaga pendidikan Islam termasuk pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pesantren yang mereka klaim melahirkan para teroris adalah predikat yang sangat tendensius tanpa fakta dan data. Pondok pesantren adalah mencetak generasi Islam yang berilmu dan berkepribadian Islam yang unggul, menyamai kedamaian dan menebarkan bibit-bibittsaqofah Islam yang penuh kasih sayang karena Islam adalah menjadi rahmat bagi semesta alam (simak QS Al-Anbiyaa : 107). Semoga kita selalu waspada akan isu-isu yang memojokkan Islam.
Oleh : Abu Hafizhaturrahmah, al-Hafizh Hasanuddin MS,S.Th.I
-----------------------------------------------------------
Forum Pena Intelektual (FPI) Borneo Kalsel dan Pendiri Pondok Pesantren al-Karomah, Kabupaten Tanah Laut



