Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Opini Surat Pembaca Narkoba Musuh Besar Bangsa

Narkoba Musuh Besar Bangsa

Tahun, bulan dan hari silih berganti, namun narkotika masih merupakan salah satu musuh terbesar generasi muda dna bangsa Indonesia. Bahkan seakan narkoba tidak mau kalah dengan kemajuan peradaban, narkoba aktif bermutasi untuk menghasilkan puluhan turunannya.
Peredaran narkoba tidak lagi terjadi di daerah perkotaan saja, seperti Jakarta, namun sudah kian meluas hingga ke pelosok Indonesia. Semakin maraknya peredaran barang haram itu, mungkin negeri ini merupakan pemasaran yang empuk bagi bandit-bandit narkoba secara internasional.
Mungkin faktor utama penyebab maraknya peredaran narkoba ialah semakin tingginya tekanan hidup di kota-kota besar yang menimbulkan stress dan runtuhnya nilai moral masyarakat. Ironisnya yang menjadi korban adalah masyarakat berpendidikan rendah.
Angka korban penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda tampaknya selalu meningkat dari tahun ke tahun, tetapi hanya sedikit yang peduli terhadap mereka, hal ini jelas sangat disayangkan. Karena kurang peduli itu tidak menutup kemungkinan kita seakan acuh dengan korban, yang pada gilirannya bisa membuka peluang besar bagi pengedar narkoba untuk bergrilya mencari mangsanya. Karena itu saya mengharapkan kita harus bersama-sama untuk membasmi narkoba ini, demi keselamatan anak bangsa di kemudian hari.

Fatimah Khairani
Banjarmasin


Agama Jadikan Acuan

Dalam kehidupan di era globalisasi seperti sekarang ini. Ketika emansipasi wanita telah ditafsirkan selonggar mungkin hingga agama bukan lagi sebagai acuan nilai yang diyakini guna membangun peradaban.
Akibatnya kehidupan tampak semakin amburadul, kemaksiatan tertanam di sana sini, ajaran agama seakan tidak dihiraukan, akibatnya terjadi perobahan yang luar biasa, anak-anak sudah kurang berakhlak lagi dengan orang tuanya maupun dengan gurunya di sekolah.
Bahkan bagi orang yang berbuat sesuai dengan agama, tidak ikut dengan hura-hura dna pergaulan bebas dianggap ketinggalan zaman, kolot dan lain sebagainya. Padahal merekalah yang sudah kebablasan.
Untuk itu demi keselamatan dunia dan akhirat, hendaknya agama harus jadi acuan dalam kehidupan, berbuat dan bertindaklah dengan penuh kelembutan, sopan dan beriman.
Lebih baik bergaul dengan mengakrabi Allah ketimbang sibuk memoles bedak di wajah dan memutar-mutar tubuhnya di depan cermin yang kadang-kadang bisa mengumbar maksiat.

Hajjah Marini
Banjarmasin


Jangan Pamer Busana

Saya sedih melihat banyak anak-anak muda, khususnya kaum wanita yang begitu bersemangat mencari mode pakaian, sehingga hampir habis waktu mengamati majalah mode mencari mode-mode pakaian yang mutakhir.
Kalau sudah ketemu lalu membikin pakaian dengan mode yang aduhai, kemudian dipertontonkan ke khalayak ramai, hal ini tentu sangat menyedihkan. Apalagi kalau busana yang dipakai itu menyingkap aurat, sangat bertentangan dengan ajaran agama.
Karena itu saya menganjurkan untuk selalu berpakaian yang seadanya saja, tidak perlu pamer busana dalam kehidupan ini, yang kadang-kadang menimbulkan kemaksiatan.

Sumiati
Banjarmasin