Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Opini Surat Pembaca Pemadaman Listrik

Pemadaman Listrik

Masyarakat mengharapkan pelayanan lebih baik dari pemerintah baik dari segi pembayaran, layanan dll. Pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat, apalagi mereka yang mempunyai usaha pada malam hari yang hanya mengandalkan listrik begitu juga dengan anak sekolah, mahasiswa merasa dirugikan oleh PLN, akibat pemadaman, mereka sulit untuk belajar, mereka takut menggunakan lilin kalau terjadi kebakaran. Sering kebakaran yang terjadi akibat pemadaman listrik.
Wajar jika masyarakat sering mengeluhkan pelayanan PLN yang kurang memuaskan terhadap pelanggannya. Semakin yang mengherankan masyarakat, kenapa sampai sekarang persoalan pembangkit listrik tak pernah tuntas, apakah ada permainan di dalamnya? Seandainya pengurus/pengelola perbaikan pembangkit listrik tidak sungguh-sungguh lebih baik diganti, bukan hanya satu orang saja dirugikan akibat pemadaman lebih tetapi orang banyak.
Masyarakat mengharapkan kepada pihak PLN agar pada tahun 2009 tidak ada lagi pemadaman listrik, baik secara bergiliran maupun secara mendadak, masyarakat juga mengharapkan pemadaman listrik jangan pada waktu anak sekolah dan mahasiswa ingin melaksanakan ujian/ulangan selester dan kalau bisa pemadaman listrik pada siang hari saja.

Teguh W
Banjarmasin



Ubah Kebiasaan Buang Air di Sungai

Memang masyarakat Banjarmasin, bahkan di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, terutama bagi mereka yang bermukim di tepian atau bantaran sungai, sejak dulu hingga sekarang masih melakukan buang air di sungai.
Hal ini bisa dibuktikan dengan masih banyaknya jamban-jamban masyarakat yang berdiri di sungai, walau pun jumlah semakin berkurang, tetapi masih ada yang melakukan hal semacam itu.
Bukan hanya di kota Banjarmasin saja, tetapi sampai ke hulu sungai, kita masih saja melihat banyaknya jamban-jamban tempat buang air besar yang berada di sungai.
Dalam kondisi sekarang kebiasaan semacam ini sangat tidak baik, karena kotoran yang dibuang itu langsung larut ke dalam air, hal ini jelas mengotori air sungai dan sementara masih banyak warga masyarakat masih banyak yang menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangga, baik untuk mandi dan cuci, maupun untuk dikonsumsi, minum dan masak.
Kalau kebiasaan semacam ini terus berlangsung, maka dikhawatirkan masyarakat terserang penyakit. Karena itu tidak heran kiranya, warga Banjarmasin sering terserang penyakit diare dan muntaber. Karena itu mulai sekarang sudah waktunya untuk merubah kebiasaan jangan membuang air besar di sungai.

Ma’rifah
Banjarmasin


Bina Kasih Sayang Dengan Anak

Membina kasih sayang terhadap anak sangatlah penting apalagi dalam kehidupan seperti sekarang ini. Kiranya para orang tua harus bisa menyisihkan sedikit kesibukan untuk anak–anak dan putra–putrinya.
Hal ini penting demi membina suasana keakraban dan keagamaan yang selama ini sering terabaikan dengan alasan kesibukan mengejar harta dan lain sebgainya. Dengan menyisihkan waktu untuk anak-anak, maka jurang pemisah antara orang tua, rasa kurang peduli terhadap keperluan batin anak yang sangat butuh perhatian akan semakin mudah menjembataninya. Artinya sesibuk apapun waktu untuk anak–anak belahan jiwa, sibiran tulang harus disediakan.
Bila langkah keakraban di atas bisa dilaksanakan maka generasi yang kita bina akan mampu menyukseskan cita–cita pembangunan di masa datang.

Yuliani
Banjarmasin