• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Pasar Lama Semakin Semraut

DIKUASAI KAKI LIMA - Pasar tradisional Pasar Lama setiap harinya semakin semraut akibat ulah kaki lima dan parkir liar dan parkir beca menggunakan badan jalan, begitu ditertibkan petugas mereka kabur setelah petugas Satpol PP dan Kepolisian tidak ada mereka gelar kembali dagangannya. (KP/hifni)
DIKUASAI KAKI LIMA – Pasar tradisional Pasar Lama setiap harinya semakin semraut akibat ulah kaki lima dan parkir liar dan parkir beca menggunakan badan jalan, begitu ditertibkan petugas mereka kabur setelah petugas Satpol PP dan Kepolisian tidak ada mereka gelar kembali dagangannya. (KP/hifni)

BANJARMASIN, KP – Kondisi pasar tradisional Pasar Lama tembus Jalan Mesjid Jami Banjarmasin semakin lama semakin semraut ini semua akibat ulah sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan dibadan jalan sehingga arus jalam akses masuk kesana macet ditambah lagi sejumlah parkir liar.

“Penataan Pasar Lama yang selama ini dijadikan pasar tradisional dinilai sangat semraut oleh masyarakat dan pedagang setempat akibat ulah kaki lima dan para pendatang baru mereka menempatkan lapak-lapak baru didepan toko hingga kebadan jalan,” kata Hendra Lombok Kios Pasar Lama Ujung.

Pasar lama yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan ini, berdiri sejak lama dan digunakan masyarakat untuk berniaga berbagai macam keperluan sehari.

Namun kondisinya sudah sangat memprihatinkan para pedagang berjualan di tepi jalan dengan memasang payung berukuran besar, tenda dan lainnya belum lagi kendaraan roda dua becak dan lainnya yang berlalu lalang berbaur dengan pembeli setiap harinya.

“Kadang mengalami kemacetan sejak sejak pukul 7.30 wita sampai pukul 08.00 wita, sedangkan pukul 12.00 wita kondisi pasar sudah sepi, uniknya warga perumahan juga melintasi badan jalan Pasar Lama ini jika aktifitas pasar sudah sepi,” jelas Hendra.

“ Kebanyakan aktifitas pedagang pendatang yang membuat semraut ini, memang setiap harinya ramai pada pagi hari saja, sedangkan siang sudah sepi,’’ ujar Hendra, Selasa (30/8).

Para penjual dan pedagang lapak kaki lima ini biasanya kucing-kucingan dengan para petugas Satpol PP dan petugas Kepolisian Banjarmasin Tengah begitu petugas tidak ada lagi mereka akan kembali menggelar lapak daganganya lagi begitu juga parkir liar yang memakan badan jalan.

“Seharusnya kalau mau menertibkan PKL dan parkir liar disini petugas dalam sehari itu 2 kali melakukan penertiban setiap hari sampai kondisinya normal kembali, kami juga merasa keberatan mereka berjualan semaunya menutup depan toko kami,’’katanya.

Pemilik Toko Vivi mengatakan masyarakat lebih memilih berjualan di pinggir jalan karena mudah dilalui kendaraan yang bisa berhenti ditempat penjualan untuk melakukan transaksi.

“Sekarang kami mulai menepati di pasar yang sudah disediakan oleh pihak pengelola swasta dimana lokasinya lebih baik dan nyaman, bahkan disediakan tempat sholat, toilet umum, bahkan setiap hari ada pembersihan dengan harga sewa pasar toko Rp500 ribu perbulan, namun sayangnya para pedagang tidak mau pindah ketempat ini padahal lapak-lapak sduah banyak disediakan pengelola,’’ terangnya .

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Banjarmasin H Hermasnyah kepada wartawan mengatakan, Pasar Lama memang akan dirivatalisasi namun masih terkendala lahan pembebasan karena mereka yang memiliki rumah tetap status kepemilikan disana menolak untuk dibebaskan sehingga program Pemko Banjarmasin belum jalan.

Dana pembebasan lahan sekitar diperlukan sekitar Rp14 milairan ini untuk pembebesan lahan saja nantinya belum lagi pembangunannya.
Pasar Lama ini memang sudah seharusnya diperbaikki menjadi pasar modern yang nyaman untuk aktifitas berbelanja salah satu pemilik lahan terbesar saudara Aseng pemilik Duta Mall sudah mau lahan miliknya akan dijadikan pasar modern dari beberapa kali diadakan pertemuan.

Sebelumnya Aseng mau mendirikan Duta Mall dikawasan tersebut namun terkendala lahan akhirnya pindah kejalan kawasan A Yani lahan yang sudah dibebaskannya sekitar 700 meteran dan hingga saat ini masih menjadi miliknya.

Memang kesemrautan Pasar Lama selama ini dikeluhkan karena ulah kaki lima, parkir liar dan parkir beca sehingga diperlukan pembanguan pos pantau penertiban untuk memantau para PKL ini setiap harinya.

“ Pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Satpol PP agar terus dilakukan penertiban kepada dinas terkait misalnya dalam sehari 2 kali dilakukan penertiban, sedangkan pihaknya tidak bisa melakukan penertiban karena tidak memiliki personil lapangan,” tutupnya. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua