• Hari ini : Jumat, 25 Mei 2018
  • 28 C

Pasca Lebaran, Harga Beras Lokal Mulai Bergerak Naik

BERAS BERGERAK NAIK – Setelah sebelumnya sempat stabil harga beras lokal naik Rp500,- sampai Rp1000,- per liternya karena pasokan mulai berkurang dari beberapa sentra penghasil. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Setelah sempat stabil harga jual beras lokal beberapa waktu yang lalu dalam sepekan ini harga beras usang kembali bergerak naik disejumlah pasar tradisional dari Rp500,- sampai Rp1000,- per liternya. Informasi sejumlah pedagang eceran pasca lebaran Idul Fitri seperti Aini, harga beras usang mulai merangkak naik seperti beras Usang Siam, Mutiara, Mayang serta mutiara yang naik mulai Rp500,- sampai Rp1000,- per liternya.

Padli salah satu penjual distributor beras di Muara Kelayan menjelaskan, sejak dalam sepekan lebih ini harga beras lokal mulai bergerak naik setiap bleknya seperti jenis beras hanyar ganal, hanyar unus serta hanyar siam dimana perbleknya naik.

Naiknya harga beras lokal jenis hanyar ini cukup mempengaruhi penjualan beras setiap harinya sebelumnya masyarakat memilih harga beras jenis beras usang dan unus sekarang mencari beras ganal dan siam karena harganya sangat terjangkau meskipun ada kenaikkan juga.

Ditambahkan, Padli naiknya harga beras dalam minggu-minggu ini karena para petani penghasil sentra beras seperti Anjir, Sungai Gampa Batola, Aluh-Aluh Kabupaten Banjar mulai berkurang karena belum memasuki masa panen raya sedangkan permintaan masih cukup tinggi memasuki bulan ini.

Pasokan beras lokal Usang ini umumnya dipasok daerah-daerah penghasil ini sehingga jika pasokan mulai melambat harga beras akan terganggu biasanya pasokan beras disini biasanya menggunakan tranfortasi darat seperti truk sedang dan besar sedangkan lainnya menggunakan angkutan sangai atau naik klotok dengan membawa hingga lebih ratusan blek lebih seperti dari Aluh-Aluh.

Menurut Hj Ijah, penjual beras dikawasan Pasar Lama, naiknya harga beras eceran yang cukup tinggi ini berpengaruh besar pada penjualan harian konsumen yang biasa membeli 1 blek hingga 15 liter mulai berkurang namun itu tidak terjadi pada penjual makanan.

Naiknya harga beras tahunan yang paling disukai warga banua ini karena semakin berkurangnya pasokan sedangkan stok yang ada semakin terbatas jumlahnya sedangkan permintaan masih tinggi.

Beras yang paling dicari warga seperti Unus Mayang dijual Rp13,000,- per liter padahal sebelumnya hanya Rp12,000,- sedangkan untuk Unus Mutiara Rp11,000,- sebelumnya cuma Rp9500 perliternya.

“Informasi yang saya dapat sentra penghasil yang baru mulai melakukan panen hanya daerah Batola Anjir sedangkan daerah lain seperti seperti Kabupaten Banjar, Tala dan Banua Enam belum memasuki masa panen padahal pasokan dari mereka cukup besar setiap bulannya,’’kata Ijah.

Naiknya beras lokal atau Usang dalam sepekanan ini ternyata tidak diikuti naiknya beras Jawa jenis pulen yang dijual hanya Rp8000,- sampai Rp9000,- per liternya sehingga warga yang ingin beras murah semakin banyak pilihan dan penjual disini masih menjual harga lama. (hif/K-7)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua