Pasca Lebaran Ikan Laut Lebih Mahal dari Ayam

ditulis pada 11 Juli 2017
LEBIH MURAH AYAM - Pasca lebaran harga ikan laut melebihi harga ayam kiloan kondisi ini dikeluhkan para ibu rumah tangga dan penjual makanan siap saji. (KP/Hifni)

LEBIH MURAH AYAM – Pasca lebaran harga ikan laut melebihi harga ayam kiloan kondisi ini dikeluhkan para ibu rumah tangga dan penjual makanan siap saji. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Setelah sebelumnya masyarakat perkotaan dipusingkan dengan naiknya harga sembako pasca lebaran ini ibu rumah tangga kembali direpotkan dengan dengan naik harga ikan sungai dan laut melebihi harga ayam ras kiloan.

Ida penjual ikan segar dikawasan Pasar Lama Abadi kepada wartawan menjelaskan, pasca lebaran ini harga ikan laut, sungai serta tambak lebih mahal dari harga ayam kiloan kondisi ini berdampak besar pada penjualan hariannya.

Para ibu rumah tangga kebanyakan hanya menanyakan berapa perkilonya harga ikan tongkol sisik dan peda namun ketika harganya mahal tanpa ada tawar menawar mereka langsung berlalu karena mereka umumnya lebih memilih ayam atau telur yang harganya sangat stabil.

“Naiknya ikan laut karena terus mulai berkurangnya pasokan ikan laut pasca lebaran dibeberapa daerah sentra penghasil harga ikan laut seperti peda, tongkol sisik Sulawesi hingga ikan bawal dalam beberapa minggu ini mulai bergerak naik disejumlah pasar tradisional Banjarmasin harganya naik dari Rp5.000,- sampai Rp10.000,- per kilonya,” jelas pedagang ikan laut ini.

Ikan peda yang paling disuka warga dijual Rp38,000,- sampai Rp40,000,- perkilonya ukuran besar dan kecil ada kenaikan sekitar Rp7000,- dari sebelumnya.

Begitu juga harga ikan laut tongkol Sulawesi yang terkenal banyak dagingnya dijual Rp40,000 sampai Rp50,000,- ukuran besar dan kecil untuk lajang juga naik Rp30,000,-, ikan bawal Rp48,000,- menjadi Rp65,000,- kemudian trekulu juga naik menjadi Rp38,000,- per kilonya, bandeng Rp34000,- serta kakap menjadi Rp60,000,
“ Naiknya harga ikan laut ini berpengaruh pada penjualan yang mulai menurun daya beli dari masyarakat kecuali para penjual pedagang makanan tidak berpengaruh besar karena mereka bisa mengecilkan potongan ikannya hingga menaikkan harganya,” jelasnya.

Dalam kondisi normal ikan laut campuran semua jenis mampu terjual hingga 80 kilo per harinya dengan kondisi mahal seperti ini 40 kilo saja sangat berat karena masyarakat semakin banyak pilihan lauknya seperti membeli ayam atau telur bebek.
“ Alhamdulillah kenaikan ikan laut tidak diikuti dengan naiknya harga ikan sungai dan tambak yang cendrung masih sangat stabil seperti harga ikan haruan, nila atau patin dijual diharga Rp22,000 sampai Rp25,000, perkilonya, untuk ikan haruan atau gabus dipasok asal Barito dengan harga jual sekitar Rp50,000,- per kilo untuk ukuran sedang dan besar dijual Rp60,000,” jelas Shanty penjual ikan sungai dan tambak.

Harga ikan kramba tambak yang juga sangat stabil juga pada penjualan ikan tambak nila dan mas dijual Rp38,000,- sampai Rp40,000,- per kilonya

Diungkapkan, pasca lebaran ini permintaan ikan haruan masih sangat tinggi, sedangkan ikan patin biasanya para penjual makanan bakar-bakaran paling banyak membeli ikan ini hingga mencapai 50 kilo gram seharinya saat ikan laut naik seperti ini karena pasokan yang terus berkurang.

Sedangkan permintaan ikan laut benar-benar turun hingga 50 persen lebih ibu rumah tangga enggan membeli karena harganya sangat mahal sepekan ini melebihi harga ayam kiloan. (hif/K-7)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.