• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Pasokan Melimpah, Harga Beras Stabil

Harga beras fremium atau lokal cendrung sangat stabil tanpa ada gejolak kenaikan harga padahal sebelumnya harga kebutuhan pokok cendrung naik, stabilnya harga beras didukung pasokan yang berlimpah, buruh ketika melakukan aksi bongkar Muara Kelayan.
Harga beras Premium atau lokal cendrung sangat stabil tanpa ada gejolak kenaikan harga padahal sebelumnya harga kebutuhan pokok cendrung naik, stabilnya harga beras didukung pasokan yang berlimpah, buruh ketika melakukan aksi bongkar Muara Kelayan.

BANJARMASIN, KP – Harga beras di pasar Muara Kelayan cendrung stabil belum ada kenaikan seperti kebutuhan pokok lainnya, stabilnya harga beras fremium atau lokal seiring dengan memasuki masa panen disejumlah kabupaten penghasil.

Menurut beberapa pedagang beras dikawasan Muara Kelayan kepada wartawan ketika akan memasuki akhir tahun seperti ini harga jual beras fremium per bleknya cendrung stabil, padahal harga sejumlah kebutuhan pokok saat ini masih tinggi.

Fadli penjual beras di kawasan Muara Kelayan menuturkan, sampai bulan Oktober ini harga beras fremium masih stabil tanpa ada gejolak harga, tidak ada tanda-tanda harga beras lokal akan naik.

Apalagi saat ini sejumlah kabupaten dan kota sedang selesai panen raya tinggal sedikit lagi petani kabupaten yang belum selesai panen, pasokan yang cukup berlimpah dari tahun ke tahun membuat harga beras lebih stabil dari tahun ketahunnya.

Disebutkan, untuk harga beras jenis Unus Mutiara dijual sekitar Rp230 ribu per bleknya, beras Ganal dijual Rp200 ribu, Usang Unus Rp260 ribu untuk Usang Siam sekitar Rp240 ribu dan beras Hanyar dijual Rp230 ribu.

“Alhamdulillah pasokan yang sangat belimpah paska panen raya dibeberapa daerah, membuat harga beras eceran sangat normal tanpa ada kenaikan,” sebut Fadli.

Adapun beras yang masuk dikawasan Muara Kelayan seperti dari Anjir Barito Kuala yang sedang berakhir panen beberapa waktu yang lalu, Tabung Anen hingga Aluh-Aluh Kabupaten Banjar biasanya para penjual datang dengan menggunakan perahu besar atau klotok tiung dengan muatan sampai 6 ton sekali angkutnya.

“Meskipun harga beras normal namun pasar masih sepi dari lonjakan permintaan dengan banyaknya perusahaan mulai merumahkan karyawannya seperti perusahaan sawit, pertambangan dan perkayuan,” ungkapnya pasrah.

“Sekarang kita hanya mengandalkan pembelian dari restauran atau perhotelan serta rumah tangga, karena untuk mengharapkan penjualan banyak hingga 1 truk sampai 2 truk per 15 hari kerja seperti sebelumnya dari perusahaan sudah tidak memungkinkan lagi,’’ terang fadli.

Utuh penjual beras di Pasar Lama mengatakan, dalam beberapa bulan ini harga beras banjar termasuk paling stabil tanpa ada kenaikan harga jual begitu juga dengan harga beras Jawa dijual sangat stabil hanya Rp9000,- per liternya dalam sehari bisa terjual hingga 10 karung kecil lebih.

Untuk beras Jawa ini biasanya rumah makan yang banyak membelinya karena tidak semua konsumen menyukai beras lokal karena dianggap terlalu keras jika dibanding dengan beras Jawa yang terlihat lebih lembek ketika sudah masak dan peminatnya biasanya banyak orang Jawa sendiri. (hif/K-7)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua