PCC Rambah Kalsel, DPRD Minta Jangan Lengah

ditulis pada 25 September 2017

Aparat Melakukan Razia

Banjarmasin, KP – Astaga, ternyata peredaran Pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) sudah rambah dan beredar di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya wilayah hukum Banjarmasin.

Terbukti, Jajaran Satuan Res Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil menyita 200 butir pil diduga jenis PCC, Sabtu malam (23/9) sekitar pukul 21.00 WITA.

Selain menyita 100 butir pil diduga PCC, pihak kepolisian juga mengamankan pemiliknya, Muhammad Riduan Noor alias Rudi (27).

Tersangka Rudi tercatat warga Jalan Sungai Andai Komplek Jamrud 3 Rt 56 Nomor 96 kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara ditangkap petugas berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan.

Penangkapan di lakukan oleh aparat kepolisian ketika berada di Jalan Mahoni Gang Mahoni I Rt 35 Rw 10 Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin Utara.

Selain mengamankan tersangka Rudi, petugas juga menyita barang bukti 200 butir obat Somadril yang isinya pil PCC dan Uang tunai 250 ribu.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana S membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka Rudi bersama barang buktk 200 butir pil diduga PCC.

“Hasil penyelidikan lapangan, petugasn berhasil mengamankan pelaku yang diduga mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar,’’ jelas Anjar.

Dikatakan Kapolresta lagi, jika terbukti telah memiliki pil yang diduga PCC, maka tersangka Rudi akan di jerat dengan pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dalam hal ini, terkait dengan temuan 200 pil diduga PCC ini, orang nomor satu di lingkungan Mapolresta Banjarmasin menghimbau kepada masyarakat agar semakin waspasa terhadap peredaran pil PCC.

“Dengan ditangkapnya pil PCC 200 butir di wilayah sungai Andai, agar warga masyarakat semakin waspada,’’ ucapnya lagi.

Jangan Lengah

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kalsel, HM Rosehan Noor Bachri meminta semua pihak agar jangan lengah dengan peredaran narkotika di wilayahnya.

Karena para pengedar pasti berupaya memasukan narkoba ke wilayah Kalsel.

“Jadi semua pihak jangan lengah dengan peredaran narkoba, terutama aparat kepolisian dan masyarakat,’’ kata Rosehan menanggapi tangkapan ratusan butir PCC di Banjarmasin.

Apalagi pengedar kini menyasar ke kampung dan daerah pinggiran untuk mengedarkan obat terlarang tersebut.

Untuk itu, Rosehan juga meminta walikota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk melakukan koordinasi dan mengingatkan rukun tetangga (RT) yang baru dipilih untuk waspada dengan kondisi lingkungan.

Ditambahkan, Ketua RT yang baru dipilih ataupun lama harus waspada dengan kondisi lingkungannya, agar bisa mengantisipasi peredaran obat terlarang di wilayahnya.

“Jangan sampai tidak tahu kalau ada pabrik obat di wilayahnya. Jika ini terjadi, sebaiknya ketua RT atau lurah diganti, karena tidak waspada dengan daerahnya,’’ jelas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kewaspadaan semacam ini bisa membatasi gerak peredaran narkotika, karena keberadaan mereka bisa dideteksi sedini mungkin.

“Peran serta masyarakat merupakan ujung tombak dalam mengantispasi peredaran narkotika,’’ tegasnya.

Razia Perbatasan

Mengantisipasi lebih maraknya masuk peredaran narkoba di wilayah ini, Tim Polda Kalsel bersama anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), melakukan razia bagi kendaraan bermotor yang melintas di kawasan perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu dinihari (24/9) Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol M Firman mengatakan, razia bagian dari Operasi Antik Intan 2017 yang dimulai sejak 18 September lalu.

Dilakukan di perbatasan, sebagai bentuk mengantisipasi masuknya narkoba dan obat terlarang. Termasuk pil PCC ke wilayah Kalsel dari provinsi tetangga.

“Karena informasi yang kami terima, pemasok narkoba dan obat terlarang banyak menggunakan jalur darat dari Kalimantan Barat, melewati Kalteng dan masuk ke Kalsel,’’ jelas Firman.

Selain mobil penumpang, dalam razia ini, kendaraan bermotor lainnya juga turut diperiksa. Seperti sepeda motor, mobil barang dan truk yang melintas menuju Kalsel maupun ke arah Kalteng.

Dalam razia ini, seorang sopir truk diamankan petugas karena kedapatan memiliki empat butir Pil Carnophen Zenith dan senjata tajam. Untuk proses lebih lanjut, ditangani jajaran Polsek Anjir Pasar, Barito Kuala.

“Semua yang kita curigai dilakukan tes urine,’’ ujarnya lagi.

Sebelumnya, pil PCC senilai Rp11 Miliar disita anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap empat orang pengedar.

Salah satu otak kelompok merupakan pejabat di perusahaan farmasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, para tersangka diduga terlibat dengan sejumlah kasus peredaran hingga produksi PCC di lima kota besar.

Yakni, Jakarta, Bekasi, Cimahi, Purwokerto, Surabaya. (yul/lyn/K-2)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.