• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

PD Bangun Banua Didorong Lebih Inovatif

Logo

BANJARMASIN, KP – Perusahaan Daerah (PD) Bangun Banua, adalah perusahaan milik Pemprov Kalsel. Ada beberapa bidang usaha yang dijalankan perusahaan ini. Mulai dari pertambangan, penyewaan alat berat, jual beli tanah dan perhotelan.

Dari semua usaha yang dijalankan tersebut, rata-rata tidak lagi begitu menggembirakan. Pasalnya, mulai kalah bersaing dengan perusahaan lain. Dari usaha perhotelan saja, yakni hotel Batung Batulis Banjarbaru dan Banjarmasin, tiap bulannya PD Bangun Banua harus mensubsidi Rp30 juta untuk operasional.

Melihat kondisi ini, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, H Zulkifli, menghendaki dewan direksi PD Bangun Banua untuk lebih berinovasi lagi mengembangkan usaha yang ada. Terlebih, menurut Zulkifli, dengan susunan direksi yang baru dan berpengalaman diharapkan melakukan inovasi yang bisa menguntungkan untuk daerah.

“Sekarang kan direksinya baru berganti, di sana ada yang berpengalaman. Jadi, mudah-mudahan mereka bisa berinovasi untuk kemajuan usaha,’’ ujar Zulkifli, Jumat (5/5).

Ia mencontohkan, untuk hotel Batung Batilis di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin berada di lokasi yang strategis. Sehingga, jika ingin melakukan inovasi tidak terlalu sulit.

Bahkan, sambung Zulkifli, jika perusahaan minta bantu dana pembangunan bisa saja diajukan. Dikatakannya, Pemprov akan mengusahakan membantu perusahaan milik sendiri. “Kalau mereka mengajukan permohonan pembangunan akan kita pelajari dulu, nanti minta persetujuan DPR.

Karena itu, perusahaan daerah bisa saja Pemprov membangunkan gedungnya. Dan peluangnya jika hotel itu punya fasilitas bagus dan pelayanan yang bagus pula, maka bisa kita arahkan tamu-tamu kedinasan menginap di sana.

Apalagi, lokasinya langsung berdekatan Siring sungai tentu akan sangat menjual. Makanya kita berharap, direksi baru melakukan inovasi,’’ katanya. Sebelumnya, Direktur Umum PD Bangun Banua, Wisnadi menjelaskan, setiap bulan rata-rata kerugian yang harus ditambal perusahaan adalah dikisaran Rp30 juta.

Kerugian itu, sambung Wisnadi, untuk menanggung biaya penggajian karyawan. “Untuk listrik dua hotel saja, tiap bulannya Rp40 juta. Saat ini kami masih menahan hotel itu karena untuk memelihara, dan juga di samping tidak melakukan PHK terhadap karyawan,’’ bebernya.

Disinggung apakah ada rencana melakukan renovasi terhadap bangunan dan ruangan, Wisnadi mengakui, memang ada. Namun, tambahnya, tidak bisa dibiayai langsung perusahaan.

“Kami saat ini bertahan sambil menunggu investor yang datang,’’ urainya. Masih menurutnya, dari semua jenis usaha PD Bangun Banua saat ini yang menghasilkan adalah PT Ambapers yang bergerak di bidang pengelolaan alur Barito.

Sedangkan usaha pertanahan terkendala masalah tumpang tindih. “Untuk defiden PT Ambapers tahun 2014 lalu kita dapat Rp6 miliar, 2015 turun menjadi Rp5,5 miliar, dan tahun 2016 Rp8 miliar.

Nah 6 persen dari nilai bruto itu dibagi ke daerah. Baru jadi 100 persen lagi yang dibagi untuk kontraktor anggota konsorsium,’’ paparnya. (mns/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua