• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

PDAM Rencanakan 2017 Tarif Air Bersih Naik

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir H Muslih didampingi Sekretaris PDAM Ir H Endang Waryono dan Humas PPDA Ir Agustina Ramadhani ketika jumpapers dengan wartawan di Banjarmasin, Kamis (17/11).
Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir H Muslih didampingi Sekretaris PDAM Ir H Endang Waryono dan Humas PPDA Ir Agustina Ramadhani ketika jumpapers dengan wartawan di Banjarmasin, Kamis (17/11).

Banjarmasin, KP – Tarif air bersih produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Banjarmasin direncanakan akan melakukan penyesuian tarif mulai tahun 2017.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir H Muslih di Banjarmasin, Kamis (17/11), mengatakan, hal ini berkaitan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 70 tahun 2016 yang mengatur subsidi untuk tarif air minum serta Permendagri nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum.

“Jadi tahun depan itu PDAM akan melakukan penyesuaian tarif sebagaimana biaya produksinya, ini harus ditetapkan di atas biaya produksi tersebut,’’ ujar Muslih yang didampingi Sekretaris PDAM Ir H Endang Waryono dan Humas PPDA Ir Agustina Ramadhani.

Menurut dia, kalau PDAM harus menyesuaikan tarif sebagaimana biaya produksinya tersebut setidaknya harus dinaikkan sebesar 5 persen.

“Jadi besaran biaya produksi ini akan diajukan ke pemerintah kota, pemerintah kota mengevaluasi lalu menetapkannya,’’ terang Muslih.

Menurut dia, sesuai Permendagri nomor 71 tahun 2016 tersebut pemerintah daerah akan menetapkan setiap tahunnya besaran biaya produksi untuk penyesuaian tarif selanjutnya, kalau tidak dilakukan, pemerintah kota harus memberikan subsidinya di setiap selisihnya.

Sebab dalam peraturan ini pula, ujar Muslih, adanya istilah pemakaian air minimum bagi pelanggan semua golongan nantinya, di mana batasnya ditetapkan bervariasi sesuai golongannya tersebut.

Dia mencontohkan, pelanggan golongan satu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang batas minimumnya pemakaiannya setiap bulan harus 10 kubik, apabila pemakaian melebihi itu tidak dikenakan beban tetap, tapi jika kurang, dikenakan beban tetap.

“Beban tetapnya adalah selisih dari pemakaian dengan batas minimum tadi dikalikan dengan tarif yang berlaku pada golongan itu, misalnya Rp2.000 tarif perkubiknya maka dikalikan dengan sisa kurang batas minimumnya tadi yang harus dibayar pelanggan,’’ ucapnya.

Muslih menyatakan, tidak akan begitu memberatkan para pelanggan akan direalisasikannya peraturan yang baru ini bagi tarif air bersih, sebab besarannya tidak terlalu jauh dari sebelumnya, sebab pelayanan yang harus diberikan PDAM juga minimumnya mencapai 10 kubik minimal persambungannya.

Dia menyatakan, rencana penyesuaian tarif ini memang diberlakukan di seluruh Indonesia, sebab dari 428 PDAM di negeri ini hanya sekitar 100 PDAM yang sehat, keterlibatan pemerintah daerah menyehatkannya masih kurang, tapi PDAM Bandarmasih masuk yang sehat.

“Sekarang pelayanan air bersih kita sudah mencakup 170 ribu pelanggan, kesehatan keuangan PDAM ini penting untuk memaksimalkan pelayanan,’’ tuturnya.

Khusus terkait rencana akan dinaikkannya tarif air bersih milik PDAM pada 2017 ini, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat di Balaikota, Kamis, menyatakan belum mengetahuinya.

“Belum ada laporan dari PDAM mengenai itu, nanti kita pelajari dulu,’’ ujarnya. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua