• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Pedagang Kaki Lima Dihimbau Masuk Lokasi Pasar Modern

Sosialisasi - Satpol PP dan UPT Pasar sosialisasikan larangan berjualan di trotoar dan tepi jalan. (KP/Ist)
Sosialisasi – Satpol PP dan UPT Pasar sosialisasikan larangan berjualan di trotoar dan tepi jalan. (KP/Ist)

Paringin, KP – Banyaknya pedagang liar (Kaki lima, red) yang memenuhi sepanjang trotoar di wilayah Paringin Kota dan ditepi jalan samping pasar Paringin membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balangan gerah lantaran membuat pemandangan kota menjadi semrawut.

Rabu (3/8) kemarin, Satpol PP berkoordinasi dengan UPT Pasar Kabupaten Balangan, melakukan sosialisasi (himbauan/teguran, red) kepada para pedagang kaki lima tersebut.

“Kita hanya ingin menegakkan aturan yang ada karena dirasa mengganggu ketertiban umum,” tegas Kasatpol PP Balangan Ardiansyah.

Kemarin kata dia pihaknya hanya memberikan teguran atau semacam sosialisasi. Dan, hari ini Kamis (4/8) UPT Pasar akan mengeluarkan surat peringatan, surat peringatan itu sendiri berlaku hingga pekan depan, dan pada batas waktu yang diberikan sepanjang trotoar dan tepi jalan samping pasar harus steril dari pedagang.

“Apabila setelah kita berikan waktu ini ternyata masih ada yang nakal, maka kami tidak segan-segan akan menyita dagangan pedagang,” ujarnya.
Ditambahkannya, para pedagang kaki lima itu hanya diminta untuk pindah berjualan kelokasi pasar modern bukan dilarang berjualan. Karena kalau berjulan disepanjang tepi jalan atau trotoar selain merusak pemandangan juga sangat menggagu ketertiban umum.
“Lain halnya dengan pasar Senin, ini sudah merupakan trend atau kebiasaan sejak dulu. Jadi kalau dilarang susah,” tegasnya.

Terpisah, terkait adanya larangan berjualan ditepi jalan dan diatas trotoar mama Eva pedagang buah buahan mengatakan, karena itu aturan ya terpaksa mematuhinya.
“Jujur haja berjualan disini aja kada pina tapi payu, apalagi bajualan disana (pasar modern, red) yang wadahnya takabalakang. Maka kami ini banyak yang dibayar kaya apa jualan kena,” keluhnya. (jun/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua