• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Pekerja Tambang Dibunuh Saat Tidur

Muhammad Rahim alias Ahim semasa hidu. (Kp/Ist)

PELAIHARI, KP – Aksi pengecut tapi sadis diduga dilakukan Hadri alias Anang Gopal (26). Ia tega menebas seorang pekerja tambang Muhammad Rahim alias Ahim (24) saat lagi tidur pulas.

Akibatnya, korban meninggal dunia menderita luka tebasan benda tajam jenis parang di sejumlah tubuh dari kaki hingga leher sebelah kiri.

Insiden pembunuhan ini terjadi, di dalam kamar rumah kontrakan karyawan pertambangan batubara tak jauh dari Balai Desa Pasir Putih, lingkungan RT 13, Kecamatan Kintap, Sabtu (18/8) dinihari sekitar pukul 01.00 WITA.

Sementara Anang Gopal, diduga pelaku yang terlibat membunuh korban menyerahkan diri di Mapolsek Kintap untuk selanjutnya diamankan Mapolres Tanah Laut.

Warga Desa Sambangan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanah Laut ini diamankan tim Buser Satreskrim Polres Tanah Laut, Sabtu (18/8).

Kepala Desa Pasir Putih, Mardiansyah mengatakan peristiwa pembunuhan di desanya yang melibatkan para pekerja tambang batubara itu baru diketahuinya dari tetangga korban.

Dari informasi yang didapat, rumah sewa yang dikontrak itu tidak dikunci.

Sebelum ditemukan tewas, ada keributan dan didengar tetangga korban bernama Jumaini.

Saat Jumaini keluar rumah, bertemu dengan seorang pria yang berjalan tergesa-gesa menuju Jalan Nasional.

Tak lama Jumaini bertemu dengan dua teman korban, yang kabur karena mendengar keributan dari rumah kontrakan tersebut.

Akhirnya Jumaini dan dua teman korban yang baru tiba dari Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah itu menuju rumah kontrakan. Ceceran darah ditemukan di pelataran rumah kontrakan yang ditinggali korban.

Akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke Ketua RT 13, Kepala Desa Pasir Putih, Mardiansyah dan anggota Polsek Kintap.

Kemudian dilakukan olah TKP, sementara jasad korban yang ditemukan tak bernyawa dibawa menggunakan mobil ambulans milik RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Malam itu ditemukan sepeda motor yang diduga dipakai pelaku mendatangi korban, sebilah senjata tajam jenis parang berlumur darah tak jauh dari rumah kontrakan yang didiami korban dan jaket terdapat bercak darah.

Saat identifikasi korban diduga diserang pelaku dalam posisi tidur miring di dalam kamarnya.

Jasad korban seusai divisum dan dijahit tim pemulasaran jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, dibawa pulang.

Pemakaman korban dilaksanakan di Desa Bingkulu, Kecamatan Tambangulang di tanah alkah keluarga kuburan keluarga besar Muhammad Rahim.

Motif pembunuhan yang diduga dilakukan Anang Gopal masih belum terungkap. Entah terkait pekerjaan karena korban dan pelaku sama-sama pekerja tambang.

Wahyu, koordinator pekerja tambang batubara mengatakan, tidak ada kaitan dengan perusahaan pertambangan batubara. “Ini masalah pribadi pelaku dan korban. Memang pelaku dan korban pekerja tambang batubara. Tapi tidak ada hubungan dengan perusahaan. Ini harus bedakan,” katanya.

Dua rekan korban satu rumah kontrakan juga tidak mengetahui.

Namun ibu Ahim, Jubaidah mengungkap adanya dugaan kecemburuan pelaku terhadap anaknya sehingga tega membunuh.

“Anak saya itu selalu diperintah oleh bos. Bosnya juga sangat sayang karena apa saja disuruh selalu nurut. Pelaku itu mungkin melihat anak saya dekat dengan bosnya,” katanya.

Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. “Saya minta pelaku yang membunuh anak saya dihukum setimpal,” katanya.

Mahdiansyah mengatakan Kasatreskrim Polres Tanahlaut AKP Agus Rusdi Sukandar dikonfirmasi terkait motif pelaku belum memberikan penjelasan. Dikirimi pesan melalui whatsapp pun cuma dibaca, tanpa dibalas. (net/K-4)

 

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua