• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Pelindo III Gelar Journalist Award 2016

MANAJEMEN PELINDO PUSAT - Pelindo III kembali menggelar journaslist Award tantangan untuk segera mewujutkan tol laut dihadiri Presiden Corforet Komunikasi Pelindo III Edy P dan GM Pelindo III Banjarmasin Hengky JH kemaren sore.  (KP/Hifni)
MANAJEMEN PELINDO PUSAT – Pelindo III kembali menggelar journaslist Award tantangan untuk segera mewujutkan tol laut dihadiri Presiden Corforet Komunikasi Pelindo III Edy P dan GM Pelindo III Banjarmasin Hengky JH kemaren sore. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III kembali gelar Journalist Award khusus bagi para wartawan di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan dengan tema ‘Tantangan Pelindo III wujudkan tol laut Jokowi JK’.

Dengan memperebutkan hadiah juara 1 uang Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta  juara 3 Rp5 juta ditambah masing-masing piagam dan plakat dari Pelindo III.

Acara sosialiasi Pelindo III Journalist Award 2016 bertempat di Ruang Rapat Barito Lantai 2 PT Pelindo 3 Banjarmasin kemaren sore.
Presiden Corforet Komunikasi Pelindo III, Edy Priyanto, kepada wartawan mengatakan Journalist Award, setiap tahun dilaksanakan untuk tahun ini dengan tema tantangan Pelindo III wujudkan tol laut Jokowi yang artinya dapat mewujudkan pembangunan melalui jalur laut atas program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi JK).

“ Ini menjadi tantangan kedepan Pelindo adalah pelabuhan di daerah termasuk kontribusi kita kepada bangsa dan daerah Kalsel khususnya,”ujarnya.

Dikatakan, tol laut bagaimana meningkatkan konektifitas di pelabuhan satu dengan pelabuhan lainnya, misalnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan pelanuhan lainnya.

Salah satunya, yang dilakukan pelindo III ternyata di Sampit dulunya tidak ada Kontainer crane sekarang sudah bisa dipenuhi dengan baik dan alat disana sudah lumayan lengkap.

Bahkan kinerja bongkar muat kapal di pelabuhan ini bisa dilakukan dengan cepat itu semakin baik, jangan sampai di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin bagus malah di Pelabuhan Sampit tidak bagus.

Lebih lanjut Edy menungkapkan, Pelabuhan Banjarmasin dengan Tanjung Perak  konektifitas sudah baik dan sangat rutin, dulu dibandingkan saat tidak ada fasilitas container craine atau CC terjadi disparitas harga termasuk Alur Sungai Barito yang semakin baik dan permasalahanlain ini menjadi tantangan apa yang sudah dikerjakan Pelindo karena tidak semuanya dikerjakan.

“ Saya melihat pelabuhan sudah memadai, sekarang apa yang bisa didorong tumbuhnya industri pelabuhan bisa mendukung jangan sampai arus barang banyak malah tidak seimbang,” lanjutnya.

Dikatakan untuk peserta penulis bisa ekspos seperti di Kota Sampit dan Kotabaru sudah melakukan beberapa hal, termasuk pembuatan pelabuhan sekarang bisa dicari tantangan dan permasalahannya bisa dituliskan dalam bentuk berita untuk bisa diikutkan dalam lomba karya tulis Journalist Award 2016 ini.

Kategori peserta Journalist Award terdiri media cetak, elektronik dan online bisa mengirimkan bisa lebih dari satu karya maksimal 3 karya.
“ Kita ingin kedepan membangun pelabuhan yang ada menjadi lebih baik melalui informasi masyarakat dan media,” ujarnya.

Dampak kedepan semakin tumbuh ekonomi di kawasan pelabuhan, memadai karena Indonesia terdiri hampir 80 persen pengangkutan barang melalui laut ini bisa menjadi bahan tulisan wartawan pihaknya menantang para wartawan untuk bisa memberikan sumbangsih tulisannya untuk kemajuan merealisasikan program pemerintah terkait tol laut. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua