• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Pemalak di Gunung Kayangan Dibekuk

UNGKAP KASUS – Kasatreskrim Polres Tanah Laut AKP Gita Suhandi Achmad menanyai pelaku pemerasan atau pemalakan di kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari, ketika gelar perkara.(Kp/Net)

Pelaihari, KP – Seorang pemalak yang beroperasi di sekitar kawasan obyek wisata Gunung Kayangan, Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang berhasil ditangkap Unit Jatanras Polres Tanah Laut.

Pelaku pemerasan dan pengancaman Sutrisno alias Ato dibekuk saat petugas patroli dan pengamatan sesuai keterangan dan ciri-ciri yang disebut korban, Waluyo.

Namun, penangkapan Warga Jalan Rantau Bujur RT 1 Desa Kayu Habang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut ini sedikit merepotkan petugas.

Sebab, pelaku diduga ingin memeras lagi, cuma mengetahui gerak-geriknya diamati polisi sehingga mencoba kabur ke arah Banjarmasin.

Tak ingin kehilangan incaran, terjadilah kejar-kejaran antara anggota Jatanras dan pelaku di Jalan Nasional. Sepeda motor pelaku terhenti setelah kena tembakan.

Pelaku sempat bergulat dengan anggota polisi saat berhenti itu karena berusaha melarikan diri di Jalan Nasional, Desa Pulausari, Kecamatan Tambang Ulang.

“Anggota terpaksa melepaskan dua kali tembakan mengenai ban belakang sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Sepeda motor itu juga diduga hasil curian di wilayah hukum Polres Banjarbaru. Ini masih kami kembangkan,” katanya dihadapan para wartawan, Rabu (10/10).

Kasatreskrim Polres Tanah Laut, AKP Gita Suhandi Achmad, mengatakan sementara ini korban yang melapor hanya satu orang, Waluyo, warga Batu Ampar.

Pelaku melakukan aksinya sendirian dengan motif meminta uang, sudah beraksi dua bulan ini dan modusnya mendekati korban sok kenal sok akrab kemudian mengancam korban karena pernah melakukan pembunuhan.

Ditanya wartawan, pelaku ternyata pernah menjalani pidana penjara bukan kasus pembunuh. Tapi, kasus pencurian celana pendek di wilayah Polsek Kurau.

Pelaku melakukan pemerasan dengan cara meminta uang itu karena tidak punya pekerjaan dan uang hasil memeras uang korban itu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di rumah.

Waluyo, korban pemerasan mengaku dua kali dipalak. Satu kalinya terjadi empat tahun yang lalu dan kali ini, terjadi pada Minggu (7/10) sekitar pukul 11.00 WITA.

Saat itu Waluyo ingin bersantai di dekat pintu gerbang Gunung Kayangan, selepas berkendara dari Kota Banjarmasin.

Pelaku mendekati korban dan meminta duit yang totalnya Rp 300 ribu. Korban sempat memotret pelaku dan sepeda motor pelaku.

Ia berharap para korban pemerasan di wilayah Gunung Kayangan berani melaporkan kasus yang dialami kepada polisi.

“Segala kejahatan harus dilaporkan. Tanpa dilaporkan polisi kesulitan mengungkap. Jangan takut melapor,” katanya. (net/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua