• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Pembangunan Balai Adat Jabiren Dimulai

BATU PERTAMA - Bupati Pulpis Edy Pratowo saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Adat di Kecamatan Jebiren Raya. (KP/Sugito)
BATU PERTAMA – Bupati Pulpis Edy Pratowo saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Adat di Kecamatan Jebiren Raya. (KP/Sugito)

Pulang Pisau, KP – Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Adat di desa Jabiren Kecamatan Jabiren Raya, Sabtu (23/7) pekan kemarin.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Pulpis Edvin Mandala, Kepala BATAMAD Pulpis Swady, Damang Jabiren Raya Saiful serta sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Pulpis
Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo menyampaikan bahwa pembangunan Balai Adat merupakan salah satu program pembangunan di bidang kebudayaan sesuai dengan visi misi pemerintah daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018. S

elain di Kecamatan Jabiren Raya, pembangunan Balai Adat pada tahun ini juga dilaksanakan di Kecamatan Maliku.
“Balai Adat ini secara bertahap kita bangun dan sebelum masa jabatan Edy-Taty berakhir, di 8 Kecamatan sudah memiliki Balai Adat. Pemerintah Daerah juga pada tahun anggaran 2017 akan membangun Rumah Betang dengan anggaran sekitar Rp. 5-7 Miliar,’’ kata Edy dalam sambutannya.

Dijelaskan Edy, untuk rencana lokasi pembangunan Rumah Betang tersebut,  jika memungkinkan berada dilingkungan Stadion Olahraga di Jalan Panunjung Tarung Pulpis.
Salah satu pertimbangannya menurut Edy, karena lokasi tersebut sangat strategis dan lebih memudahkan apabila ada kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karenanya, berharap dukungan semua pihak terutama kepada lembaga Adat dan tokoh adat agar rencana besar untuk membangun Rumah Betang di Kabupaten Pulpis tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Edy juga meminta masukan dari para tokoh adat mengenai ornaman daerah yang memang menjadi ciri khas Pulpis, sehingga bisa dimasukkan pada setiap bangunan pemerintah.

“Kepada Pak Damang dan para tokoh Adat, kami mohon dibantu untuk desain dan ornamen yang filosofinya sesuai dengan Kabupaten Pulang Pisau,’’ harapnya.

Sementara Damang Jabiren Raya, Saiful menyambut baik program-program Pemkab Pulpis dibawah kepemimpinan Bupati Edy Pratowo dan Wakil Bupati Pudjirustaty Narang yang telah memberikan perhatian cukup besar bagi pembangunan di bidang kebudayaan. Menurutnya, keberadaan Balai Adat sangat penting untuk kelancaran tugas dan fungsi kelembagaan adat dayak.

Ke depan Saiful berharap agar kelembagaan adat bisa terus dilibatkan dalam rencana pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, kelembagaan adat dayak bukan hanya sekedar simbol, akan tetapi sangat penting dan harus terus hidup untuk mengatur setiap sendi kehidupan masyarakat.

“Sehingga masyarakat yang tinggal di tanah kalimantan bisa menghormati kearifan lokal yang sudah ribuan tahun dan diwariskan turun temurun dalam mengatur kehidupan masyarakat dayak,’’ pungkasnya. (SGT/K-8)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua