Pembuatan Sekat Kanal Wajib Pertimbangkan Kearifan Lokal

ditulis pada 14 Juni 2017
Foto/net : Kanal

Foto/net : Kanal

Pulang Pisau, KP – Menghadapi musim kemarau tahun 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau bersama dengan sejumlah Yayasan pemerhati lingkungan dan NGO berencana membuat sekat kanal atau Dam disejumlah lahan eks PLG.

Menyikapi rencana tersebut, Anggota DPRD Pulpis dari Partai Golkar Pulpis, Suhardi memberikan apresiasi pada rencana tersebut.

“Tentu kita sangat mendukung berbagai upaya dalam pencegahan kebakaran diwilayah Pulang Pisau, khususnya dilahan gambut yang sering terbakar. Upaya membuat Dam memang dalam beberapa tahun ini cukup mengemuka, karena secara teknis dianggap memiliki dampak yang besar guna menekan terjadinya titik api dilahan gambut,’’ kata legislator asal daerah pemilihan 1 meliputi Kecamatan Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala.

Meski begitu, Suhardi meminta sebelum pelaksanaan, nantinya pihak operator selaku pembuat sekat atau dam terlebih dahulu harus mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Dia mengingatkan agar jangan sampai penyekatan pada sungai-sungai eks PLG justru mengurangi aktifitas usaha masyarakat yang selama ini bergantung dengan alam, misalnya seperti aktifitas para nelayan darat yang kerap memasang bubu disekitar sungai eks PLG.

“Kalau bisa Dam atau sekatnya dibuat menyesuaikan aktifitas masyarakat, misalnya sistem buka tutup seperti yang dipakai di wilayah Taman Sebangau. Nanti perahu nelayan bisa lewat namun fungsi sekat juga mampu menahan debit air. Kita pahami fungsi Dam itukan untuk menahan ketinggian debit air sehingga mampu membasahi lahan gambut, namun hendaknya sistemnya tetap dibuat sesuai dengan kearifan budaya lokal setempat,’’ harapnya.(sgt/K-8)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.