• Hari ini : Minggu, 25 Februari 2018

Pembunuh Honorer Dishub Diancam Hukuman Mati

Pembunuhan – Pelaku Budi Hartono (baju putih) dan almarhum Iban yang semasa hidupnya penggemar olahraga bersepeda. (Kp Asuradi)

BUNTOK, KP – Pelaku penusukan honorer Dinas Perhubungan Barito Selatan (Barsel) hingga meninggal dunia, diancam penyidik Polres Barito Selatan dengan pidana paling tinggi, yaitu hukuman mati.

Sebab, dari hasil pemeriksaan psikolog pelaku Budi Hartono (34), dinyatakan tidak mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, pelaku secara rinci semua kejadian dari awal hingga aksi penusukan terhadap korban, Akhmad Irfani Akbar alias Iban (29) honorer Dishub Barsel, Minggu (22/10), Siang.

Dari konfirmasi pemeriksaan psikolog, warga jalan Kartini Buntok ini tidak mengalami stress seperti kabar yang berhembus sebelumnya. Apalagi, pemeriksaan di depan petugas pelaku menjawab dengan baik semua pertanyaan, maupun kronologis penusukan terhadap korban.

“Setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku, disimpulkan ada unsur pembunuhan berencana. Sehingga pelaku kita bidik dengan Pasal 340 KUHP tentang hukuman mati subsider pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3,” beber Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Triyo Sugiyono SH, kepada KP, Senin (23/10).

AKP Triyo Sugiyono mengungkapkan, dari keterangan tersangka, pembunuhan itu dipicu rasa sakit hati, karena ditegur korban karena perbuatannya mencium keponakannya.

Kemudian pelaku Budi Hartono beranjak pergi, lalu mengambil pisau di sebuah toko di kawasan Pasar Beringin Buntok, dan kembali lagi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Hotel Dita Jalan Merdeka Raya Buntok.

Dengan alasan pura-pura minta maaf atas perbuatannya mencium keponakan korban, Budi Hartono mendatangi korban di TKP. Saat Iban lengah dan balik badan, sebuah tusukan mematikan dilancarkan pelaku Budi Hartono kebagian punggung belakang korban.

Jenazah Korban dimakamkan, di alkah keluarga jalan Pahlawan Buntok, Senin (23/10).

Seperti diwartakan harian ini sebelumnya, pada Minggu (22/10) siang telah terjadi peristiwa penusukan oleh pelaku Budi Hartono (34) yang menyebabkan tewasnya Akhmad Irfani Akbar alias Iban (29) bin H Irwandi.

Iban menderita luka tusuk dibagian punggung belakang tembus hingga ke paru-paru dan jantung. Dalam keadaan terluka parah, Iban sempat berlari mau melaporkan kejadian itu ke Polres Barsel lama di jalan Tugu Buntok berjarak sekitar 150 meter dari TKP.

Namun baru setengah perjalanan, Iban langsung ambruk ke jalan dengan darah segar yang terus mengucur dari lukanya. Korban sempat beberapa saat dievakuasi ke rumah sakit Jaraga Sasameh Buntok, namun karena lukanya sangat parah nyawa Iban yang telah berumah tangga itu tak tertolong. (adi)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua